Indonésio News

Diego Simeone meminta maaf kepada Vini Jr dan presiden Real Madrid atas pernyataannya selama Piala Super

Diego Simeone
Diego Simeone - Foto: Maciej Rogowski Photo / Shutterstock.com

Diego Simeone secara terbuka mengakui kesalahan yang dibuat selama semifinal Supercopa Espanha dan meminta maaf kepada Episode tersebut terjadi pada 8 Januari, di Jeddah, di Arábia Saudita, ketika Real Madrid menyingkirkan Atlético dari Madrid dengan skor 2 banding 1. Pelatih asal Argentina tersebut menyatakan bahwa tidak benar menempatkan dirinya pada posisi tersebut dan menerima bahwa ia melakukannya. tidak bertindak dengan cara terbaik.

Pernyataan itu disampaikan Senin ini, 12 Januari, saat jumpa pers di Madri, menjelang pertandingan melawan Deportivo La Coruña di babak 16 besar Copa Rei. Simeone membuka wawancara dengan kata-kata pencabutan dan menegaskan bahwa tim pemenang pantas mendapatkan klasifikasi tersebut, sehingga tidak ada ruang untuk mempertanyakan hasilnya.

Pernyataan lengkap dari pelatih asal Argentina tersebut

Simeone mengawali konferensi pers dengan meminta maaf secara langsung kepada pihak-pihak yang terlibat. Ele menyatakan bahwa dia seharusnya tidak menempatkan dirinya dalam situasi tersebut dan secara terbuka mengakui kesalahannya. Sang pelatih juga menyoroti momen bagus Barcelona, lawan Real Madrid di final Supercopa, memuji konsistensi dan ide permainan yang jelas dari tim Catalan.

Momen ketegangan saat pertandingan

Diskusi menjadi menonjol di babak kedua, ketika Vinicius Júnior diganti. Simeone melakukan gestur dan bertukar kata dengan striker asal Brasil tersebut, yang berujung pada kartu kuning bagi keduanya. Xabi Alonso, pelatih Real Madrid, dengan cepat melakukan intervensi untuk memisahkan keduanya dan kemudian mengkritik perilaku tersebut, dengan menyatakan bahwa ada batasan yang jelas untuk perilaku di lapangan.

Pertandingan berlangsung intens sejak menit pertama. Federico Valverde membuka skor dengan tendangan bebas yang bagus setelah dua menit. Rodrygo diperpanjang pada tahap akhir, sedangkan Alexander Sørloth didiskon menjadi Atlético. Apesar dari tekanan kasur, Real Madrid mengontrol hasil dan menjamin mendapat tempat dalam pengambilan keputusan.

Reaksi langsung setelah konfrontasi

Sikap Simeone menuai kritik di pers Spanyol dan internasional. Vinicius Júnior bereaksi di media sosial, menyoroti tersingkirnya Atlético di kompetisi sistem gugur lainnya. Tayangan televisi merekam momen-momen paling panas, sehingga memperluas dampak kasus ini ke seluruh sepak bola Eropa.

Persiapan duel Copa dari Rei

Simeone memanfaatkan konferensi pers untuk membicarakan penunjukan berikutnya. Atlético menghadapi Deportivo La Coruña Selasa ini, 13 Januari, pukul 9 malam (waktu setempat), di stadion Riazor. Sang pelatih menilai lawannya berani dan mampu mempersulit permainan meski bermain di kandang sendiri.

Teknisi memperbarui kondisi fisik José María Giménez dan Marc Pubill. Ambos melakukan pekerjaan tertentu untuk kembali ke level terbaiknya. Simeone menegaskan bahwa Copa dari Rei mewakili peluang penting bagi klub musim ini.

Fokus dipertahankan pada proyek Atlético

Meskipun tersingkir di Supercopa, pelatih tetap mempertahankan pidato kerjanya yang konstan. Ele menyoroti tanggung jawab untuk meningkatkan Atlético ke level setinggi mungkin. Tim tetap fokus memulihkan poin di LaLiga dan mencari gelar di sisa kompetisi.

To Top