Indonésio News

Arab Saudi mengukuhkan Ramadhan 2026 setelah penampakan bulan sabit

Ornamental,Arabic,Lantern,With,Burning,Candle,Glowing,At,Night.,Festive
Ramadan - Foto: Yuganov Konstantin/shutterstock.com

Arábia Saudita mengonfirmasi dimulainya Ramadã 2026 menyusul penampakan bulan sabit pada malam tanggal 17 Februari. Bulan suci dimulai saat matahari terbenam pada tanggal tersebut, dengan puasa sehari penuh pertama dicatat pada tanggal 18 Februari di kerajaan tersebut dan di beberapa negara yang menganut orientasi keagamaannya. Keputusan tersebut secara resmi dikomunikasikan oleh otoritas Saudi dan diterima di kalangan komunitas Muslim global. Cerca dari dua miliar Muslim di dunia memulai praktik pada bulan kesembilan dalam kalender Islam Hijri.

Pengamatan bulan sabit tetap menjadi kriteria utama untuk menentukan permulaan Ramadã di banyak negara. Algumas masyarakat melakukan observasi mandiri, yang dapat menimbulkan perbedaan satu hari di wilayah tertentu. Namun, konfirmasi Saudi berfungsi sebagai referensi mayoritas bagi orang-orang beriman di beberapa benua.

Mengapa tanggal Ramadã berubah setiap tahunnya

Kalender Islam adalah kalender lunar dan memiliki 354 atau 355 hari per tahun. Cada Bulan Islam diawali dengan terlihatnya bulan sabit setelah matahari terbenam. Oleh karena itu, Ramadã maju sekitar 11 hari dalam kalender Gregorian setiap tahunnya.

Ciri ini menyebabkan bulan suci terjadi pada musim yang berbeda-beda dalam kurun waktu tertentu. Pada tahun 2026, periode tersebut bertepatan dengan awal tahun kalender di banyak belahan dunia.

Rutinitas sehari-hari yang dilakukan oleh umat Islam

  • Hari dimulai dengan sahur, yaitu makan subuh yang dimakan sebelum matahari terbit.
  • Setelah fajar, puasa total dimulai, tanpa makanan, minuman atau hubungan suami-istri hingga matahari terbenam.
  • Buka puasa biasanya berbuka dengan kurma dan air, dilanjutkan dengan makan utama dan doa.
  • Pada malam hari, salat tambahan yang disebut Taraweeh diadakan, seringkali dilakukan secara berkelompok di masjid.
Lua crescente
Bulan Sabit – Foto: m-gucci/ Istockphoto.com

Pentingnya agama dan spiritual

Ramadã menandai wahyu Alcorão ke Profeta Maomé oleh malaikat Gabriel. Durante bulan, umat Islam mengintensifkan pembacaan kitab suci, mengupayakan pengendalian diri yang lebih besar dan lebih sering mempraktikkan kemurahan hati.

Pantangan makanan dan perilaku bertujuan untuk memperkuat disiplin spiritual dan empati terhadap mereka yang membutuhkan. Atos amal dan sumbangan sukarela menjadi lebih umum saat ini.

Aturan puasa dan pengecualian yang diharapkan

Muslim dewasa yang sehat wajib berpuasa selama sebulan. Crianças sebelum baligh, orang lanjut usia yang lemah, penderita penyakit kronis, ibu hamil, ibu menyusui, dan wanita sedang haid dibebaskan dari kewajiban tersebut.

Mereka yang memenuhi syarat pengecualian dapat mengganti hari-hari non-puasa di kemudian hari. Quando santunan tidak dapat dilakukan karena alasan kesehatan yang tetap, orang tersebut melakukan fidyah, yaitu memberi makan kepada orang yang membutuhkan untuk setiap hari yang belum selesai.

Perayaan Hari Raya Idul Fitri Eid

Berakhirnya Ramadã diumumkan dengan terlihatnya bulan Shawwal. Eid Hari Raya Idul Fitri diperkirakan akan dimulai pada malam hari tanggal 18 Maret 2026, tergantung konfirmasi bulan.

Perayaan tersebut meliputi salat subuh di masjid, memakai baju baru, silaturahmi keluarga, dan saling bertukar ucapan “Idul Fitri Mubarak”. Doces dan jamuan makan istimewa menandai hari syukur dan kegembiraan.

Tradisi komunitas dan sosial

Keluarga mengatur buka puasa bersama sepanjang bulan. Ucapan “Ramadhan Mubarak” banyak digunakan di kalangan kenalan maupun orang asing. Mesquitas mencatat frekuensi yang lebih besar untuk berdoa dan kegiatan kolektif.

Periode ini mendorong aksi solidaritas, seperti distribusi makanan dan dukungan bagi keluarga yang membutuhkan. Praktik Essas memperkuat ikatan sosial dalam komunitas Muslim di seluruh dunia.

To Top