Peneliti mengungkap rahasia mumi anak Mesir dengan CT scan di Polandia

mumia

mumia - lensfield/Shutterstock.com

Mumi bayi Mesir yang disimpan di Museu Arquidiocesano Wrocław, Polônia, telah menjalani pemeriksaan radiologi mendetail untuk pertama kalinya. Hasilnya mengidentifikasi mayat itu sebagai seorang anak laki-laki berusia sekitar delapan tahun, dari zaman Ptolemeus. Penyebab kematiannya masih belum dapat dijelaskan.

Para ilmuwan melakukan computer tomography dan x-ray. Gambar Essas memungkinkan detail tubuh direkonstruksi tanpa merusak perban. Studi ini dipublikasikan di jurnal Digital Applications di Archaeology dan Cultural Heritage.

Exames mengkonfirmasi usia dan jenis kelamin anak

Analisis terhadap jaringan lunak dan perkembangan gigi yang diawetkan menunjukkan bahwa individu tersebut berjenis kelamin laki-laki. Ele meninggal sekitar usia delapan tahun. Panjang tubuhnya 123 sentimeter, dengan 28,4 cm di bahu dan 15,5 cm di kaki.

Kepala dan leher tampak terbuka sebagian. Eles menunjukkan kerak putih garam dan lapisan gelap bahan pembalseman. Bagian perban Grande telah dilepas sebelumnya, sehingga wajah tetap terlihat. Para peneliti yakin wajah tersebut mungkin awalnya ditutupi oleh topeng pemakaman.

Pemeriksaan menunjukkan pengambilan otak melalui rongga hidung, sebuah praktik umum dalam pembalseman Mesir. Sebagian besar organ dalam juga diangkat. Não terdapat tanda-tanda penyakit atau trauma yang jelas yang menjelaskan kematian tersebut.

  • Mayat itu milik seorang anak laki-laki berusia sekitar delapan tahun.
  • Otak diekstraksi melalui rute hidung.
  • Internal Órgãos telah dihapus selama proses tersebut.
  • Panjang total dengan balutan mencapai 123 sentimeter.
  • Kartonnya menampilkan pola dekoratif khas Alto Egito.

Origem menunjuk ke wilayah Alto Egito

Perbandingan karton, terbuat dari lapisan linen atau papirus dengan plester yang dicat, menunjukkan asal muasal Alto Egito dari selatan. Dekorasinya meliputi motif seperti bunga teratai dan mawar yang menyerupai potongan yang ditemukan di pekuburan dekat Kom Ombo atau Aswan. Periodenya adalah Ptolemeus, antara abad ke-4 dan ke-1 SM.

Mumi tersebut tiba di Wrocław pada tahun 1914. Ela adalah bagian dari koleksi barang antik Kardinal Adolf Bertram, yang menyumbangkan barang-barang tersebut ke museum setempat. Documentos pada akuisisi hilang selama Segunda Guerra Mundial. Oleh karena itu, detail pasti dari penggalian aslinya masih belum diketahui.

Pesquisadores dari Universidade dari Wrocław dan Centro Internacional dari Pesquisa dari Múmias memimpin pekerjaan ini. Tim tersebut termasuk guru Agata Kubala, Instituto, História, dan Arte. Pemeriksaan radiologi dilakukan di Rumah Sakit Khusus Provinsi Stefan Cardinal Wyszyński di Lublin.

Mumia – Turkey Photo / Shutterstock.com

Objeto yang disembunyikan di dalam peti menimbulkan pertanyaan baru

Gambar-gambar tersebut mengungkapkan sebuah benda tak dikenal yang ditempatkan di dada anak laki-laki itu. Ele bisa berupa papirus atau jimat. Para ahli berspekulasi bahwa benda tersebut berisi nama anak atau tulisan pelindung akhirat.

Keadaan karton yang rapuh menghalangi pelepasan yang aman saat ini. Intervensi Qualquer memerlukan metode yang hati-hati untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Para ilmuwan terus mempelajari ikonografi karton untuk menyempurnakan penanggalan dan asal usulnya.

Pembalseman mengikuti teknik tradisional. Bandagens dan bahan penguat mengawetkan bodi. Alterações postmortem, kemungkinan dari pameran lama, juga dicatat, begitu pula kemungkinan jejak batang yang dimasukkan ke tulang belakang.

Impacto dari penelitian untuk penelitian mumi

Esta adalah analisis radiologi sistematis pertama dari artefak tersebut. Ela menyumbangkan data tentang mumi anak-anak dari periode Ptolemeus, yang masih kurang dipelajari dibandingkan mumi dewasa. Visualisasi 3D yang dihasilkan dari pemindaian memungkinkan rekonstruksi virtual yang berguna untuk pameran di masa depan tanpa membahayakan aslinya.

Penelitian ini memperkuat peran teknologi non-invasif dalam arkeologi. Tomografias dan segmentasi dalam perangkat lunak seperti 3D Slicer secara akurat mengungkapkan struktur internal. Equipes multidisiplin menggabungkan sejarah seni, antropologi dan radiologi.

Uskup Agung Metropolitan Wrocław, Józef Kupny, mengizinkan dimulainya pekerjaan pada tahun 2023. Proyek ini merupakan bagian dari upaya mendokumentasikan potongan-potongan koleksi yang dibiarkan tanpa studi mendalam selama beberapa dekade.

Detalhes pelestarian dan tantangan masa depan

Mumi itu dibalut perban dan karton. Struktur eksternal Partes telah mengalami keausan seiring berjalannya waktu. Reparos modern dengan pita perekat membantu menstabilkan fragmen. Manchas gelap dan hilangnya pigmen muncul di beberapa area dekorasi.

Cientistas merencanakan analisis ikonografi lebih lanjut. Elas dapat mengonfirmasi wilayah Aswan sebagai asal. Fokusnya juga pada pengembangan protokol aman untuk mengakses objek di dalam dada.

Penyebab kematiannya masih belum diketahui. Nenhuma bukti jelas adanya patologi serius muncul pada pemindaian. Isso membuka ruang untuk studi pelengkap, seperti analisis DNA, jika teknik yang tidak terlalu invasif dapat dilakukan.

Karya ini memperkaya pengetahuan tentang praktik pemakaman keluarga kelas menengah di Ptolemaic Egito. Ele juga menyoroti bagaimana koleksi Eropa menyimpan sejarah yang terganggu oleh konflik dan hilangnya catatan.

Lihat Juga