Berita Terbaru (ID)

Xi dan Trump membahas Taiwan dan membuka jalan bagi kerja sama perdagangan

Trump e Xi Jinping - Kenny Holston-Pool/Getty Images
Trump e Xi Jinping - Kenny Holston-Pool/Getty Images

Presiden China, Xi Jinping, dan Estados Unidos, Donald Trump, bertemu selama lebih dari dua jam Kamis ini (14) di Pequim. Pertemuan tersebut menandai momen ketegangan yang jelas terkait Taiwan, namun juga mengisyaratkan minat untuk memperluas hubungan komersial dan kerja sama strategis antara dua kekuatan dunia.

Xi memperingatkan tentang risiko konflik dengan Taiwan

Pertemuan diawali dengan suasana perdamaian dalam Grande Salão dari Povo, Trump disambut dengan parade militer dan anak-anak yang membawa bendera kedua negara. Pada pidato pembukaan Nos, kedua pemimpin menekankan kepentingan bersama dan masa depan positif bagi hubungan bilateral. Skenario berubah ketika para delegasi mengadakan diskusi pribadi.

Segundo Badan negara Tiongkok Xinhua, Xi memperingatkan Trump bahwa kesalahan penanganan masalah ini oleh Taiwan akan membawa kedua negara ke dalam situasi yang “sangat berbahaya”. Pemimpin Tiongkok menempatkan Taiwan sebagai topik paling penting dalam hubungan antara Washington dan Pequim. Pulau di Asia ini tetap menjadi pusat ketegangan antara kedua negara selama beberapa dekade. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sedangkan Estados Unidos berfungsi untuk menjamin otonomi daerah. Nos Dalam beberapa tahun terakhir, Washington telah memasok senjata ke Taiwan, memicu reaksi dari Pequim melalui ekspansi militer di sekitar pulau.

Jebakan dan kekuatan Tucídides di antara kekuatan besar

Durante dalam pertemuan tersebut, Xi mengutip konsep “perangkap Tucídides” ketika mempertanyakan apakah China dan Estados Unidos akan mampu menghindari konfrontasi antara kekuatan besar. Presiden Tiongkok secara langsung mempertanyakan Trump apakah kedua negara dapat mengatasi dinamika ini dan menawarkan stabilitas global yang lebih baik. Ungkapan tersebut menggambarkan risiko konflik ketika kekuatan baru menantang kekuatan dominan.

Konsep tersebut berasal dari tulisan sejarawan Yunani Tucídides, yang menganalisis Guerra dari Peloponeso antara Atenas dan Esparta pada abad ke-5 sebelum Cristo. Pertumbuhan kekuatan Athena menimbulkan ketakutan di Esparta, membuat konflik praktis tidak bisa dihindari. Ilmuwan politik Amerika Graham T. Allison mempopulerkan istilah tersebut dengan menerapkannya pada persaingan kontemporer antara Estados Unidos dan China.

Trump memuji Xi dan menjanjikan masa depan bersama

Presiden Amerika menggunakan bahasa positif dalam tanggapan awalnya. Trump mengklasifikasikan pertemuan tersebut sebagai “suatu kehormatan seperti beberapa pertemuan lainnya” dan menyatakan bahwa dia memelihara “hubungan yang luar biasa” dengan Xi. Pemimpin Amerika tersebut menegaskan kembali bahwa hubungan antara kedua negara “akan lebih baik dari sebelumnya” dan menjanjikan masa depan bersama yang sejahtera.

Saat berbicara dengan Xi, Trump mengatakan bahwa dia sangat menghormati China dan karya pemimpin Tiongkok. Presiden Amerika menekankan poin-poin penting dari hubungan ini:

  • Reconhecimento dari Xi sebagai pemimpin hebat.
  • Crença dalam kerjasama masa depan yang positif.
  • Afirmação bahwa hubungan bilateral akan meningkat secara signifikan.
  • Comprometimento dengan stabilitas dan kemakmuran bersama.

Após pertemuan tersebut, Trump hanya menyatakan bahwa pertemuan tersebut “hebat”, tanpa memberikan rincian tambahan kepada wartawan. Presiden kembali ke hotel tanpa membuat pernyataan apa pun kepada pers.

Cooperação dalam perdagangan, pertanian dan kesehatan

Apesar di saat ketegangan terkait Taiwan, Xi menandakan keterbukaan untuk memperluas kerja sama bilateral di berbagai bidang. CCTV penyiar negara Segundo, pemimpin Tiongkok menyatakan bahwa kedua negara akan mengupayakan hubungan yang “konstruktif, strategis dan stabil” sebagai landasan baru untuk hubungan bilateral. Xi mengindikasikan bahwa arah ini harus memandu hubungan selama tiga tahun ke depan dan seterusnya.

Topik-topik yang dibahas untuk memperluas kerja sama meliputi perdagangan bilateral yang seimbang, pertanian dan produk pertanian, kesehatan masyarakat dan penelitian medis, pariwisata dan pertukaran budaya, serta penegakan hukum dan keamanan. Terkait isu perdagangan, Xi menekankan bahwa tim perunding kedua negara mencapai hasil yang seimbang dalam diskusi baru-baru ini. Pemimpin Tiongkok menyatakan bahwa “tidak ada pemenang dalam perang dagang”, dan menunjukkan minat untuk menghindari peningkatan ketegangan ekonomi.

Portas terbuka untuk investasi Amerika

Presiden Tiongkok telah mengisyaratkan kesediaannya untuk secara signifikan memperluas akses perusahaan-perusahaan Amerika ke pasar Tiongkok. Segundo badan negara Xinhua, Xi menyatakan bahwa China akan membuka pintunya lebih jauh dan perusahaan-perusahaan Estados Unidos akan terlibat secara mendalam dalam reformasi ekonomi dan keterbukaan negara. Xi menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika akan memiliki prospek yang lebih luas di pasar Tiongkok dan negara tersebut menyambut baik penguatan kerja sama dengan investor Estados Unidos.

Penentuan posisi Esse mewakili upaya Pequim untuk mengimbangi ketegangan terkait Taiwan dengan insentif komersial yang nyata. Pada pertemuan Durante, juru bicara pemerintahan Taiwan menyatakan bahwa pulau tersebut “sangat berterima kasih” atas dukungan berkelanjutan dari Estados Unidos. Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran mengenai pertemuan antara para pemimpin Amerika dan Tiongkok, dan menegaskan kembali pentingnya komitmen Amerika terhadap kawasan.

To Top