Alemanha merilis daftar panggilan untuk Copa dari Mundo Kamis pagi ini (21). Kiper Manuel Neuer, dari Bayern dari Munique, masuk dalam daftar setelah absen dari timnas sejak Agustus 2024, saat ia pensiun.
Aos Berusia 40 tahun, Neuer akan menjadi starter pertahanan Jerman dan akan bertanding di Mundial kelimanya. Sang penjaga gawang terus beraktivitas maksimal untuk Bayern dari Munique, klub juara Bundesliga 2025-26, dan baru saja memperbarui kontraknya hingga 2027 bersama tim Bavaria. Sua kembali bergabung dengan skuad yang akan menghadapi Curaçao, Costa dari Marfim dan Equador di kompetisi Grupo E.
Retorno veteran yang tidak terduga
Manuel Neuer sudah pensiun dari timnas Jerman sejak Agustus tahun lalu. Kembalinya Sua mengejutkan para analis dan penggemar, terutama mengingat usianya yang sudah lanjut dalam kaitannya dengan parameter tradisional sepak bola profesional. Contudo, performa konsisten sang kiper di Bayern membuat staf pelatih Alemanha mempertimbangkan kembali keputusan sebelumnya.
Tersisanya Neuer sebagai pemegang Bayern Munique menyoroti kondisi fisik dan mentalnya. Klub Jerman menjadikannya sebagai penjaga gawang utama mereka bahkan dengan alternatif muda di skuad. Perpanjangan kontrak hingga tahun 2027 memperkuat komitmen bersama antara atlet dan institusi Munich.
https://twitter.com/DFB_Team/status/2057417571419230719?ref_src=twsrc%5Etfw
Composição dari pertahanan dan penjaga gawang dipanggil
Alemanha memanggil tiga penjaga gawang untuk kampanye ini. Além dari Manuel Neuer, Oliver Baumann dan Alexander Nubel ada dalam daftar. Pertahanan memiliki dua belas pemain posisi:
- Waldemar Anton
- Nathaniel Brown
- Pascal Grob
- Joshua Kimmich
- Felix Nmecha
- Aleksandar Pavlovic
- David Raum
- Antonio Rudiger
- Nico Schlotterbeck
- Angelo Stiller
- Jonathan Tah
- Malick Thiaw
Sektor defensif mencari keseimbangan antara pengalaman dan pembaruan. Antonio Rudiger, Joshua Kimmich, dan David Raum mewakili akumulasi pengalaman, sementara nama-nama seperti Nathaniel Brown dan Aleksandar Pavlovic menghadirkan kesan muda dan dinamis.
Bidang Meio dan serangan seleksi
Sektor ofensif Jerman mempertemukan sebelas atlet dengan karakteristik berbeda. Para pekemah Meia seperti Leon Goretzka dan Nadiem Amiri hidup berdampingan dengan pembuat konten ofensif seperti Jamal Musiala, Florian Wirtz, dan Leroy Sané. Bagian depan penyerang memiliki Kai Havertz, protagonis di Eropa baru-baru ini, serta Maximilian Beier, Lennart Karl, Jamie Leweling, Deniz Undav dan Nick Woltemade.
Jamal Musiala dan Florian Wirtz adalah beberapa hal yang menarik dari panggilan ini. Ambos sedang menjalani musim yang luar biasa untuk klubnya masing-masing dan dianggap penting bagi serangan Jerman selama kompetisi. Kai Havertz, pada gilirannya, mempertahankan status referensinya di tim nasional, meski performanya berfluktuasi di musim Eropa baru-baru ini.
Objetivo dari Alemanha menjadi Grupo DAN
Alemanha mengintegrasikan Grupo E bersama Curaçao, Costa dari Marfim dan Equador. Kuncinya dianggap layak untuk klasifikasi seleksi Jerman. Curaçao dan Costa dari Marfim tampil sebagai lawan langsung untuk posisi kedua, sedangkan Equador tampil sebagai pesaing untuk posisi pertama.
Kampanye Jerman akan bergantung pada penggabungan pengalaman Neuer dan pemain mapan dengan kreativitas atlet muda. Pelatih asal Jerman itu bertaruh pada perpaduan generasi untuk menghadapi tantangan kompetisi dunia. Kembalinya kiper veteran itu memperkuat niat memantapkan pertahanan selama turnamen berlangsung.
Preparação ke Mundial
Pemanggilan tersebut mencerminkan prioritas teknis tim Jerman sehubungan dengan bentrokan yang akan datang. Skuad menghadirkan alternatif untuk berbagai formasi taktis. Pelatih asal Jerman itu punya keleluasaan beradaptasi tergantung lawan dan skenario tiap pertandingan.
Manuel Neuer, meskipun usianya sudah tua, mempertahankan tingkat teknis yang sesuai dengan sepak bola elit. Sua kembali ke tim nasional menegaskan bahwa kemampuan bermain mengesampingkan konvensi usia. Bayern dari Munique akan terus memiliki penjaga gawang sebagai penjaganya hingga tahun 2027, memastikan keteraturan dalam Europa sebelum dan sesudah Copa dari Mundo.

