Dick Parry, pemain saksofon legendaris Pink Floyd, meninggal pada usia 83 tahun

Dick Parry

Dick Parry - Instagram

David Gilmour Sabtu ini mengumumkan kematian Dick Parry, pemain saksofon yang menandai generasi dengan solonya di Pink Floyd. Parry meninggal pada usia 83 tahun. Sang gitaris mengenang persahabatan dan kemitraan musik selama puluhan tahun dengan musisi Inggris tersebut di media sosial.

Gilmour menyoroti bahwa dia telah bermain dengan Parry sejak dia berusia 17 tahun, melewati beberapa band sebelum tiba bersama di Pink Floyd. Saksofon kolaborator bersejarah ini membantu menciptakan beberapa suara yang paling dikenal di dunia rock, menjadi tidak salah lagi bagi telinga yang akrab dengan musik klasik band ini.

Saxofone yang mendefinisikan suatu era

Gaya dan timbre Parry meninggalkan bekas permanen di trek yang memenangkan jutaan penggemar. Canções seperti “Shine On You Crazy Diamond”, “Wish You Were Here”, “Us dan Them” dan “Money” membawa ciri khas suara musisi, sebuah elemen yang sama pentingnya dengan akord dari komposisi itu sendiri.

Parry berpartisipasi dalam album paling ikonik Pink Floyd selama tahun 1970an, periode di mana band ini mencapai puncak kreatifnya. Saksofon Seu memantapkan dirinya sebagai merek dagang grup, terutama pada lagu “The Dark Side of the Moon” dan “Wish You Were Here”, dua album paling berpengaruh dalam sejarah rock.

Trajetória yang melampaui beberapa dekade

Kolaborasi Parry dengan Gilmour dan Pink Floyd tidak berakhir pada tahun 1970an. Pemain saksofon ini kembali ke panggung dengan tur “On An Island” pada tahun 2000-an, menunjukkan kesinambungan kemitraan yang telah teruji oleh waktu.

Momen yang tak terlupakan di akhir karir Parry adalah penampilan bersejarah Pink Floyd di Live 8, yang menandai reuni klasik band asli dengan Roger Waters, David Gilmour, Nick Mason, dan Richard Wright. Acara ini mempertemukan penggemar dari berbagai generasi dan mengkonsolidasikan warisan musisi Inggris.

Gilmour membagikan foto-foto lama bersama pemain saksofon tersebut di media sosial, termasuk gambar keduanya bermain bersama di Cambridge, di Inglaterra, pada tahun 1963. Gambar-gambar tersebut mendokumentasikan awal dari persahabatan yang bertahan lebih dari enam dekade.

Influência masih hidup

  • Participações dalam “Dark Side dari Moon” (1973)
  • Solos yang mengesankan dalam “Wish You Were Here” (1975)
  • Presença dalam “Hewan” (1977)
  • Turnê “Pada An Island” (2006)
  • Apresentação pada Live 8 (2005)

Penampilan Parry pada saksofon tenor mengubah bagian musik menjadi momen transendensi sonik. Perasaan bawaan Seu terhadap musik dan timbre yang unik membuat setiap nada menjadi pernyataan artistik, elemen yang digambarkan Gilmour sebagai “tanda keindahan luar biasa yang diketahui jutaan orang”.

Kematian Dick Parry menutup babak penting dalam sejarah rock progresif Inggris, meninggalkan diskografi yang terus mempengaruhi musisi dan menggerakkan pendengar di seluruh dunia. Saksofon Seu akan tetap menjadi bukti hidup saat Pink Floyd mendefinisikan ulang batasan musik rock.

Lihat Juga