Pemimpin peringkat dunia Aryna Sabalenka tersingkir di perempat final Roland Garros. Pemain Belarusia itu kalah dari Diana Shnaider Rusia 3-6, 7-5 dan 6-0 Rabu ini, 3 Juni. Permainan berlangsung dua jam 12 menit di Court Philippe-Chatrier. Sabalenka mendominasi awal, namun tidak mampu menahan reaksi lawan.
Shnaider, unggulan ke-25, melaju ke semifinal untuk pertama kalinya dalam karirnya dengan Grand Slam. Kemenangan tersebut merupakan hasil terbesar Rusia hingga saat ini.
Sabalenka mendominasi set pertama dan memanfaatkan babak kedua
Sabalenka mengawali pertandingan dengan intensitas tinggi. Ela memenangkan set pertama 6-3 dan mengambil dua break pada set kedua. Petenis Belarusia itu tampaknya mengontrol poin dengan servisnya yang kuat dan pukulan forehand yang agresif.
Angin di Paris mempengaruhi performa kedua petenis tersebut. Sabalenka membuat kesalahan sendiri pada saat-saat yang menentukan. Shnaider tetap tenang dan mulai kembali dengan lebih konsisten.
Petenis Rusia itu memenangkan lima dari enam game terakhir set kedua. Ela memaksakan set ketiga setelah membalikkan skor.
- Sabalenka memimpin 6-3, 4-2 di set kedua
- Shnaider mematahkan servis petenis Belarusia itu dalam dua game berturut-turut
- Petenis Rusia itu memenangkan set kedua 7-5
- Sabalenka mencatat total lebih dari 40 kesalahan sendiri
- Shnaider mengonversi empat break point penting
Angin Condições mengganggu favorit dan meningkatkan reaksi Rusia
Angin kencang di Paris membuat pukulan para petenis menjadi rumit. Sabalenka kesulitan menjaga momentum usai comeback di set kedua. Petenis nomor 1 dunia kehilangan kendali atas pertukaran panjang.
Shnaider memanfaatkan peluang tersebut. Ela menyesuaikan posisinya dan memanfaatkan kesalahan lawannya. Set ketiga didominasi Rusia sejak awal.
Parsial berakhir 6-0. Shnaider tidak memberikan kesempatan kepada pemain Belarusia itu dan memastikan kemenangan terbesar dalam karirnya. Penonton yang hadir mengikuti giliran tersebut dengan terkejut.
Estatísticas mengungkapkan keruntuhan Sabalenka di set penentuan
Sabalenka memenangkan set pertama dengan otoritas. Ela memberikan tekanan pada servis petenis Rusia itu dan mengontrol kecepatan awal. Pemain Belarusia itu tampak hampir mencapai semifinal.
Situasi berubah di set kedua. Shnaider bereaksi dan menyamakan konfrontasi. Pada set ketiga, petenis Rusia itu tidak menemui perlawanan.
Angka-angka dalam permainan ini menyoroti kinerja yang tidak merata. Sabalenka melakukan banyak kesalahan setelah jeda pertandingan. Shnaider lebih efisien dalam menentukan poin.
Shnaider melaju ke semifinal di Roland Garros 2026
Diana Shnaider menghadapi kualifikasi Maja Chwalinska di semifinal. Orang Rusia itu merayakan hasil bersejarah tersebut. Ela mengatasi favorit dan berhasil mencapai puncak braket wanita.
Tereliminasinya Sabalenka membuat turnamen lebih terbuka. Favorit Outras sudah jatuh sebelumnya. Pemain Belarusia itu sedang mencari gelar pertamanya di Roland Garros.
Shnaider menunjukkan kedewasaan sepanjang pertandingan. Ela menyebut pertarungan di setiap titik sebagai kunci kemenangan. Angin menjadi salah satu faktornya, namun atlet Rusia ini menyesuaikan permainannya.
Caminho dari Sabalenka di turnamen dan tantangan yang akan datang
Petenis Belarusia itu mencapai perempat final tanpa terkalahkan dalam set. Ela memenangkan putaran sebelumnya dengan otoritas. Kampanye tersebut berakhir secara tidak terduga.
Sabalenka mengumpulkan pengalaman di Grand Slams. Ela sudah menjadi finalis Paris tahun lalu. Fokusnya sekarang beralih ke persiapan kompetisi berikutnya.
WTA melanjutkan kalender turnamen tanah liatnya. Roland Garros berlanjut dengan semifinal putri. Hasil pada hari Rabu ini menandai hari yang penuh kejutan bagi perempuan.