JR East Selasa ini mengumumkan nama kereta ekspres semalam barunya. Kendaraan berkapasitas 10 mobil tersebut akan diberi nama Luna Azul dan diharapkan mulai beroperasi sekitar April 2027. Kendaraan ini akan menghubungkan Shinagawa di Tokyo ke Aomori di utara wilayah Tohoku. Proyek ini menghidupkan kembali konsep kereta malam Jepang kuno dengan fokus pada kenyamanan dan pengalaman perjalanan yang berbeda.
Nama Luna Azul berarti “bulan biru” dalam bahasa Spanyol. Pilihan tersebut mencerminkan konsep kereta, berdasarkan nuansa biru, kualitas unggul dan perasaan ramah. Desain eksteriornya terinspirasi oleh “Kereta Biru” yang bersejarah di Jepang. Semua kursi akan berada di kompartemen pribadi.
Nama dan konsep menyoroti warisan kereta biru
JR East memperkenalkan Luna Azul sebagai bagian dari strategi menjadikan perjalanan kereta api sebagai tujuan tersendiri. Kereta ini bertujuan untuk menarik wisatawan individu dan kelompok teman dan keluarga. Perusahaan berupaya menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan sederhana.
Eksterior biru mengacu langsung pada kereta malam kuno. Logo yang masih dalam tahap registrasi merek ini memuat elemen cahaya berbentuk bulan biru. Identitas visual ini harus muncul di seluruh komposisi.
- Kompartemen pribadi untuk 1 hingga 4 orang
- Total kapasitas 125 penumpang dalam konfigurasi malam
- Mobil lounge yang didedikasikan untuk makanan dan minuman
- Adaptasi aksesibilitas, dengan ruangan bagi pengguna kursi roda
Kereta tersebut akan menggunakan kembali kereta E657 yang saat ini beroperasi siang hari di jalur Joban. Konversi ini akan mengubah ruangan menjadi pilihan Kelas Hijau pribadi, dengan kemungkinan mengubahnya menjadi tempat tidur untuk menginap semalam.
Konfigurasi bervariasi tergantung musim
Selama musim semi hingga musim gugur, Luna Azul akan menjalankan rute malam penuh antara Shinagawa dan Aomori, melalui jalur seperti Joetsu dan Uetsu. Perjalanan sebaiknya berlangsung antara 12,5 hingga 15 jam, dengan frekuensi dua pasang per minggu. Waktu yang dijadwalkan meliputi keberangkatan sekitar jam 9 malam dan tiba sekitar jam 9:30 pagi dengan arah menurun.
Di musim dingin, layanan akan fokus pada rute siang hari yang lebih pendek dari Shinagawa ke Naganohara-Kusatsuguchi di wilayah Gunma. Pada moda ini, kereta akan melaju dengan tujuh gerbong dan berkapasitas 150 penumpang. Frekuensinya meningkat menjadi enam pasang per minggu.
JR East masih mempertimbangkan perluasan rute di masa depan. Rincian jam kerja, harga, dan tanggal operasional pasti akan diumumkan kemudian. Perusahaan berencana memasarkan layanan tersebut terutama melalui paket perjalanan.
Detail kompartemen mengutamakan privasi
Semua kursi Luna Azul akan bersifat individual di kabin pribadi. Pilihannya mencakup kamar untuk satu orang, pasangan atau kelompok hingga empat penumpang. Beberapa kompartemen yang lebih besar memungkinkan konversi menjadi tempat tidur datar untuk kenyamanan yang lebih baik di malam hari.
Seluruh mobil akan berfungsi sebagai ruang tunggu. Di sana, penumpang dapat menikmati minuman dan makanan ringan yang dijual di pesawat. Perusahaan juga menyiapkan ruang observasi untuk menikmati pemandangan malam atau pagi hari.
Konfigurasi musim dingin menghilangkan beberapa gerbong untuk menyesuaikan kereta dengan rute yang lebih pendek. Meski begitu, tetap menjaga standar privasi dan kenyamanan yang tinggi. JR East menyoroti bahwa kereta tersebut memenuhi kebutuhan aksesibilitas dengan dua ruangan yang disesuaikan untuk pengguna kursi roda.
Harga dan layanan mengikuti standar premium
Perkiraan awal menunjukkan bahwa perjalanan lengkap di kabin Green pribadi akan menelan biaya yang mendekati nilai tiket Kelas Hijau di Tohoku Shinkansen ditambah biaya tambahan. Sebagai referensi, tiket dari Tokyo ke Shin-Aomori dengan Shinkansen berharga sekitar 24.180 yen pada waktu normal.
Di atas kapal, minuman dan makanan ringan akan dijual. JR East merencanakan pemberhentian teknis yang memungkinkan penumpang turun sebentar untuk menenangkan diri, memanfaatkan udara malam. Pengalaman lengkapnya mencakup penjemputan di stasiun dengan belanja di menit-menit terakhir di toko “ekinaka”.
Fokusnya adalah menciptakan kenangan. Gambar konseptual menunjukkan penumpang bersantai di kabin, menikmati matahari terbit di ruang tunggu, atau berjalan di sepanjang peron saat berhenti.
Proyek ini sesuai dengan visi strategis JR East
Luna Azul adalah bagian dari rencana “Transformasi 2027” perusahaan. Inisiatif ini berupaya untuk merevitalisasi transportasi kereta api dengan penekanan pada rute regional dan pengalaman unik. JR East ingin menarik penonton domestik dan internasional ke Jepang bagian utara.
Pengenalan kereta malam modern mewakili kembalinya model perjalanan panjang semalaman secara terkendali. Berbeda dengan tempat tidur kolektif lama, Luna Azul berfokus pada privasi total dan desain kontemporer.
Tim perusahaan sedang mengerjakan penyesuaian akhir pada komposisi. Tes dan persetujuan akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang sebelum debut resmi. JR East menjanjikan pembaruan berkala mengenai jadwal dan opsi pemesanan.
Pengumuman ini datang pada saat pemulihan pariwisata di Jepang setelah tahun-tahun yang penuh tantangan. Tawaran baru ini dapat memperkuat daya tarik destinasi seperti Aomori dan Tohoku, yang terkenal dengan alam, festival, dan kulinernya.