Berita Terbaru (ID)

Manchester United menunjukkan minat untuk mendatangkan Cristian Romero dari Tottenham musim panas ini

Cristian Romero do Tottenham - @cutiromero2
Cristian Romero do Tottenham - @cutiromero2

Manchester United telah menunjukkan minat pada bek Cristian Romero, kapten Tottenham Hotspur. Informasi tersebut didapat dari laporan yang dipublikasikan Selasa, 9 Juni 2026 ini. Klub asal Inggris tersebut tengah menyiapkan tawaran untuk bek asal Argentina berusia 28 tahun tersebut.

Michael Carrick mengepalai proyek desain ulang pemeran. Sang pelatih sedang mencari bala bantuan untuk musim 2026/27, saat timnya kembali ke Liga Champions. Romero tampil sebagai opsi untuk memperkuat sektor pertahanan.

Ketertarikan Manchester United semakin kuat

Laporan pers Argentina menunjukkan bahwa Manchester United telah memantau Cristian Romero selama beberapa waktu. Sang bek memiliki kontrak dengan Tottenham hingga 2029, namun beredar rumor ia akan hengkang pada musim panas Eropa. Barcelona dan Atlético de Madrid juga menunjukkan minat terhadap sang pemain.

Kemungkinan transfer tersebut akan menempatkan Romero bersama rekan senegaranya Lisandro Martinez. Keduanya membela tim Argentina yang merupakan juara dunia dan akan berlaga di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Duo ini bisa memperkuat hubungan di lapangan.

  • Cristian Romero telah mengumpulkan pengalaman di Liga Inggris sejak 2022
  • Sang bek telah bermain dalam pertandingan besar Eropa untuk Tottenham
  • Lisandro Martinez mewakili link Argentina dalam skuad United saat ini

Carrick mencari stabilitas di pertahanan. Pelatih yang direkrut pada tahun 2026 merencanakan penyesuaian yang tepat untuk bersaing memperebutkan gelar. Kembalinya ke Liga Champions meningkatkan kebutuhan akan karya kompetitif.

Masa lalu di Old Trafford membebani sejarah

Cristian Romero mengalami masa sulit pada kunjungan terakhirnya ke stadion Manchester United. Pada Februari 2026, ia mendapat kartu merah pada menit ke-29 karena melakukan pelanggaran terhadap Casemiro. Tindakan tersebut menuai kritik dan memaksa sang bek untuk meminta maaf kepada rekan satu timnya di ruang ganti.

Manajer Tottenham saat itu, Thomas Frank, membenarkan permintaan maaf tersebut. Dia menyoroti pentingnya Romero bagi tim bahkan setelah insiden tersebut. Sang kapten kembali ke lapangan dalam pertandingan yang menentukan dan membantu Spurs mengamankan tempat mereka di elite Inggris di babak terakhir.

Episode tersebut tidak menghapus bakat sang bek. Romero telah membuktikan dirinya sebagai salah satu bek paling konsisten di liga. Kepemimpinan dan penyampaian bolanya menarik perhatian klub-klub besar.

Tottenham menolak kehilangan pemain kuncinya

Tottenham tidak menunjukkan kemudahan dalam bernegosiasi dengan Cristian Romero. Klub asal London itu menganggap pemain Argentina itu sebagai pilar skuadnya. Kapten tim, ia berkontribusi dalam menjuarai Liga Europa musim sebelumnya.

Meski ada ketertarikan dari luar, Spurs berupaya mempertahankan inti utamanya. Dewan sudah mempelajari opsi pengganti jika ada proposal konkret yang diajukan. Perkiraan nilainya sekitar 50 hingga 65 juta euro, menurut sumber yang dekat dengan negosiasi.

Michael Carrick dan staf kepelatihannya sedang mengevaluasi beberapa skenario. Fokusnya adalah pada perekrutan yang meningkatkan level grup. Romero muncul sebagai nama yang mampu menambah pengalaman dan tekad di sektor tersebut.

Konteks Argentina mendorong spekulasi

Jurnalis di Argentina mengikuti dengan cermat karier Cristian Romero. Gastón Edul, reporter dengan pengalaman bagus di sepak bola Eropa, menyampaikan detail pertama tentang pergerakan Manchester United. Kendaraan lain dengan cepat membagikan informasi tersebut.

Tim Argentina memiliki kedua bek dalam performa bagus. Piala Dunia 2026 mewakili tujuan akhir. Bermain bersama di klub Inggris bisa bermanfaat bagi chemistry timnas.

Lisandro Martinez sudah terbiasa dengan kehidupan sehari-hari di Old Trafford. Rekan setimnya akan lebih mudah beradaptasi jika transfer berhasil dilakukan.

Detail Karir Cristian Romero

Sang bek lahir di Córdoba, Argentina, pada tanggal 27 April 1998. Ia membangun lintasan yang menanjak di Eropa. Periode di Genoa, Juventus dan Atalanta mempersiapkan landasan untuk lompatan ke Tottenham.

Sejak tahun 2022 di London Utara, Romero mengalami pasang surut. Cedera mengganggu momen-momen penting, namun ia selalu kembali dengan kekuatan. Ban kapten mencerminkan pengakuan internal.

Di Manchester United, atmosfernya akan berbeda. Klub sedang melalui transisi di bawah Carrick dan ingin bertarung lagi di puncak klasemen. Romero akan memiliki kesempatan untuk memainkan permainan yang lebih elit.

Tottenham, sebaliknya, merencanakan musim depan dengan ambisi. Bertahan di Liga Premier dijamin di babak terakhir dengan kemenangan atas Everton. Skuad berupaya untuk mengambil langkah maju dalam kompetisi domestik dan piala.

To Top