Presiden Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter serang Apache Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz dan mengatakan Amerika perlu menanggapi insiden tersebut.
Kecelakaan pesawat itu terjadi pada Senin malam, 8 Juni, saat melakukan patroli di perairan regional lepas pantai Oman. Kedua awak kapal tersebut menghabiskan sekitar dua jam di dalam air sebelum diselamatkan.
Penyelamatan dilakukan oleh kapal Angkatan Laut AS yang tak berawak, dalam operasi yang dianggap belum pernah terjadi sebelumnya di laut. Kapal Saronic Corsair yang dioperasikan Satgas 59 menemukan dan mengumpulkan para prajurit yang berada dalam kondisi stabil.
Trump menuntut tanggapan Amerika
Trump merilis informasi tersebut dalam sebuah postingan di media sosial, di mana ia mengonfirmasi bahwa kedua pilot tersebut “selamat dan tidak terluka”. “Iran menembak jatuh salah satu helikopter canggih Apache kami saat berpatroli di Selat Hormuz. Amerika Serikat harus merespons serangan ini,” tulisnya.
Insiden ini terjadi di tengah rapuhnya gencatan senjata antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah. Selat Hormuz, jalur penting transportasi minyak, sering menjadi lokasi ketegangan, dengan blokade dan bentrokan laut.
Operasi penyelamatan bersejarah
Komando Pusat (Centcom) melaporkan bahwa penyelamatan tersebut didukung oleh angkatan laut, Divisi Lintas Udara ke-82 dan unit lainnya. Drone angkatan laut memungkinkan tindakan cepat, mencegah pasukan Iran mendekat.
Ini adalah pertama kalinya AS menggunakan kendaraan permukaan tak berawak untuk menyelamatkan awak pesawat di laut, hal ini menyoroti kemajuan teknologi tak berawak di wilayah tersebut.
Helikopter Apache merupakan salah satu platform utama yang digunakan AS untuk patroli dan operasi blokade laut terhadap Iran. Hilangnya pesawat tersebut menambah daftar pesawat AS yang hancur atau rusak selama konflik saat ini.
Konteks ketegangan di Hormuz
Selat Hormuz masih berada di bawah pengawasan ketat, dengan AS mempertahankan blokade terhadap ekspor minyak Iran. Pihak berwenang Amerika masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan itu, namun Trump mengaitkannya langsung dengan Iran. Teheran tidak mengkonfirmasi keterlibatan langsungnya.
Peristiwa ini dapat mempersulit negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang lebih jangka panjang, yang menurut Trump hampir tercapai.

