Berita Terbaru (ID)

Kota di Prancis memberlakukan jam malam pada anak di bawah umur selama Piala Dunia

Cidade Clermont-Ferrand
Cidade Clermont-Ferrand -Jean-Marc Pierard / Shutterstock.com

Kota besar pertama memutuskan untuk bertindak tegas. Di Clermont-Ferrand, Prancis, dengan sekitar 150.000 penduduk, jam malam diberlakukan bagi generasi muda di bawah usia 16 tahun sepanjang Piala Dunia sepak bola. Langkah ini bertujuan untuk menghindari kerusuhan baru. Latar belakangnya adalah gangguan serius yang tercatat di kota tersebut setelah Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions pada akhir Mei, selain insiden pada akhir pekan berikutnya. Karena banyaknya anak muda yang berpartisipasi dalam aksi tersebut, balai kota kini mengambil tindakan keamanan. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Walikota Julien Bony.

“Saya tidak mengambil tindakan ini dengan senang hati, tetapi saya melakukannya dengan penuh tanggung jawab. Ini terutama merupakan tindakan protektif terhadap generasi muda dan juga menuntut orang tua mereka”, kata Walikota. Jam malam akan berlaku mulai pukul 23.00 hingga 07.00 bagi remaja tanpa pengawasan orang dewasa.

“Kami tidak akan mentolerir ini”

Bony menjelaskan, saat itu anak di bawah umur tidak boleh berbuat apa-apa di jalan. Kelompok remaja tidak lagi dapat diterima untuk menyerang petugas penegak hukum atau meja restoran. Pemerintah kota tidak akan mentolerir perilaku seperti ini. Ini adalah tujuan dari keputusan tersebut.

pesta PSG
Partai PSG – X

Di beberapa kota di Perancis, kerusuhan setelah acara olahraga sering terjadi di masa lalu.

Namun, langkah-langkah keamanan tidak hanya terbatas pada generasi muda setempat. Untuk mencegah gangguan seputar Piala Dunia, Clermont-Ferrand juga melarang semua siaran pertandingan di area terbuka, seperti teras bar dan restoran. Acara tontonan publik tidak akan diizinkan. Pembatasan tersebut bahkan berlaku jika Prancis mencapai final, menurut pihak berwenang.

Sekitar 900 penangkapan setelah kemenangan PSG

Khusus di wilayah Paris Raya, namun juga di kota-kota besar lainnya, kerusuhan terjadi usai gelaran PSG. Pihak berwenang mencurigai adanya agitator yang bukan penggemar sepak bola biasa. Secara total, negara ini mencatat hampir 900 penangkapan.

Insiden tersebut memicu perdebatan publik luas mengenai kekerasan dan kehancuran yang menyertai perayaan olahraga di Perancis. Pemberlakuan jam malam sementara bagi kaum muda telah diterapkan di beberapa kota sebelumnya, misalnya, untuk mengekang kekerasan yang terkait dengan perdagangan narkoba.

To Top