John Healey, Menteri Pertahanan di kabinet bayangan Partai Buruh Inggris, mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (11/6/2026) ini. Keputusan tersebut diambil setelah adanya perselisihan sengit mengenai kekurangan sumber daya yang diusulkan untuk pertahanan negara, yang secara langsung melibatkan pemimpin Keir Starmer dan Kanselir Bayangan Rachel Reeves.
Ketidaksepakatan mengenai anggaran pertahanan menyebabkan kepergian Healey
Kepergian Healey disebabkan oleh ketidakpuasannya yang mendalam terhadap kurangnya komitmen Partai Buruh dalam mengalokasikan sumber daya yang dianggap penting untuk pertahanan nasional. Dia berpendapat bahwa rencana investasi pertahanan, yang diawasi oleh Starmer, Reeves dan dirinya sendiri, gagal memenuhi tuntutan dan tantangan yang semakin meningkat dari lanskap global yang terus berubah. Menurut Healey, proyeksi saat ini akan meningkatkan belanja pertahanan menjadi hanya 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030, sebuah angka yang ia anggap “jauh di bawah jumlah yang diperlukan.”
Kritik Healey menimpa Starmer dan Reeves
Dalam surat pengunduran dirinya, Healey mengarahkan kritik pada kedua pemimpin Partai Buruh tersebut. Ia menyatakan bahwa meskipun kerja sama telah memastikan besarnya tantangan pertahanan, Keir Starmer “tidak mampu melakukan hal tersebut” dan Departemen Keuangan, di bawah kepemimpinan Rachel Reeves, “tidak bersedia” memberikan sumber daya yang diperlukan. “Kritik ganda” ini menunjukkan kegagalan kepemimpinan Starmer dalam mengesampingkan keberatan Reeves.
Dampak terhadap kepemimpinan Partai Buruh dan tuduhan kelemahan
Pengunduran diri John Healey merupakan pukulan besar terhadap citra persatuan dan kekuatan Partai Buruh, terutama terhadap kepemimpinan Keir Starmer. Partai Nasional Skotlandia (SNP) dan Sekretaris Bisnis Kemi Badenoch (Partai Konservatif) dengan cepat menyebut kepergian Starmer sebagai tanda bahwa “kepemimpinan Starmer sedang terpecah-belah” dan bahwa pemerintahan bayangannya “hancur”. Sharon Graham, pemimpin serikat pekerja Unite, juga menyebut pekerjaan pada rencana investasi pertahanan sebagai “kekacauan total”, yang memperkuat persepsi ketidakstabilan.
Skenario suksesi dan masa depan rencana pertahanan
Kepergian Healey meninggalkan kesenjangan penting dalam kabinet bayangan, dimana portofolio Pertahanan dianggap penting dan perlu segera diisi. Al Carns, menteri pertahanan dan mantan marinir saat ini, memuji pengabdian Healey dan, meskipun ia berpotensi menjadi kandidat penggantinya, ia telah menyatakan bahwa rencana investasi pertahanan saat ini “tidak sesuai dengan tujuannya”. Hal ini menunjukkan bahwa dia tidak akan menerima posisi tersebut tanpa adanya tinjauan yang substansial. Luke Pollard, menteri negara lain yang berperingkat tinggi di Kementerian Pertahanan, dipandang sebagai kandidat senior dan dihormati untuk posisi tersebut. Keir Starmer kini mendapat tekanan untuk menunjuk penggantinya yang dapat mengatasi kontroversi dan meningkatkan kredibilitas partai dalam masalah keamanan.