Aktris Luana Piovani, 49, Kamis (11) ini menyatakan bahwa dia tidak akan menonton pertandingan apa pun di Piala Dunia 2026. Dalam sederet story di Instagram, ia menyatakan bahwa turnamen tersebut diwarnai dengan masalah serius dan mempertanyakan sikap FIFA terhadap kebijakan pemerintah Amerika.
Piovani mengaitkan keputusannya secara langsung dengan kontroversi yang melibatkan Presiden Donald Trump dan penyelenggara acara tersebut, yang diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. “Dunia sedang berakhir dan Anda khawatir dengan Piala Dunia,” kata aktris tersebut.
Dia mengkritik keras FIFA, menyebutnya sebagai “lembaga yang buruk” dan menuduhnya tunduk pada tuntutan pemerintahan Trump. Aktris tersebut mempertanyakan bagaimana negara-negara peserta menerima untuk berpartisipasi di tengah kesulitan yang dihadapi beberapa delegasi, terutama terkait dengan visa dan masuk ke Amerika Serikat.
Masalah menumpuk sebelum bola bergulir
Piala Dunia 2026, yang pertama dengan 48 tim, sudah menghadapi pertanyaan mengenai penjualan tiket, harga tinggi, dan pembatasan imigrasi. Laporan terbaru menunjukkan adanya pembatalan tiket secara signifikan dan keluhan dari federasi mengenai hambatan bagi penggemar dari negara-negara seperti Iran.
Trump bahkan secara terbuka mengomentari harga tiket, mengatakan bahwa dia tidak akan membayar harga tertentu. Pada saat yang sama, kedekatan FIFA dengan presiden Amerika menimbulkan perdebatan tentang netralitas politik entitas tersebut.
Piovani memperluas kritiknya dengan menyatakan bahwa negara-negara harus bersatu melawan kondisi yang diberlakukan. “Harus ada persatuan semua orang”, katanya, menyesali kurangnya solidaritas internasional.
“Saya sangat terkejut”
Aktris tersebut mengatakan bahwa dia merasa lega bisa “sendirian di rumah dalam keheningan” selama turnamen, namun memperkuat keterkejutannya atas situasi tersebut. Dia juga menyebutkan masalah internal tim Brasil, namun menekankan bahwa penentangannya lebih dari itu.
“Piala Dunia ini sudah gagal dalam hal penjualan tiket dan pengunjung”, tambah Luana mengutip apa yang dianggapnya sebagai kejuaraan yang penuh kesulitan sejak awal.
Demonstrasi tersebut terjadi di tengah skenario ketegangan politik seputar Piala Dunia, dengan kritik dari nama-nama lain di dunia hiburan dan olahraga terhadap organisasi tersebut.