Zlatan Ibrahimović dan ‘kekuatan rambut’: kisah di balik penampilan ikonik Erling Haaland
Citra Zlatan Ibrahimović bersama Erling Haaland baru-baru ini memunculkan kembali salah satu narasi paling aneh di dunia sepakbola: gagasan bahwa rambut panjang adalah rahasia kekuatan dan kesuksesan di lapangan. Striker asal Norwegia yang terkenal dengan kuncir kuda pirangnya itu membagikan detail keyakinannya tersebut saat tampil di After Hours bersama James Corden.
Ketika ditanya tentang kemungkinan memutuskan hubungan untuk Piala Dunia 2026, Haaland segera mengingat bimbingan berharga yang dia terima dari veteran Swedia itu. Di tengah tawa, sang pemain berkata: “Tahukah Anda apa yang dikatakan Zlatan kepada saya? ‘Jangan pernah memotong rambut Anda karena ada kekuatan’. Apa yang bisa saya lakukan? Saya harus mendengarkannya, bukan?”
Ibrahimović, pada gilirannya, membenarkan adanya percakapan tersebut dan merinci bahwa dia sendiri yang memupuk keyakinan tentang “kekuatan” rambut sepanjang karier profesionalnya. Mantan pemain ini biasa menjaga kuncir kudanya terutama selama periode performa bagus di empat lini.
Kedekatan kedua atlet ini terjalin melalui pengusaha Mino Raiola yang meninggal dunia pada tahun 2022 lalu dan menjaga karier mereka. Zlatan mengatakan bahwa, ketika Haaland mulai menarik perhatian, Raiola memperkenalkannya kepada pemuda Norwegia itu, dan pemain asal Swedia itu langsung melihat kemiripannya. “Saya melihatnya dengan kuncir kuda yang panjang dan saya berkata: jagalah rambut itu, karena itu akan membawa Anda jauh,” kenang Ibrahimović.
Namun, Erling Haaland tidak selalu memiliki gaya rambut panjang. Pada tahun-tahun awalnya sebagai seorang profesional, penampilannya jauh lebih pendek. Transformasi menjadi untaian panjang terjadi usai mendapat nasehat dari Zlatan, menjadi ciri tak terpisahkan dari citra penyerang Manchester City dan timnas Norwegia tersebut.
Saat ini, rambut Haaland yang diikat menjadi elemen visual yang sama mencoloknya dengan golnya sendiri. Di tengah perhelatan Piala Dunia 2026, gayanya kembali menyita perhatian, apalagi melihat performa bagus Norwegia di kompetisi tersebut.
Selain menjadi keingintahuan terhadap dunia sepak bola, kisah ini menyoroti peran Zlatan sebagai mentor bagi para pemain baru. Pelatih asal Swedia yang saat ini berprofesi sebagai komentator olahraga ini terus memberikan pengaruhnya kepada para atlet bahkan setelah pensiun dari lapangan. Haaland, pada bagiannya, mengadopsi saran tersebut sebagai semacam takhayul pribadi, dan hasil di lapangan, yang menyenangkan klub dan negaranya, tidak dapat disangkal positif.







