Indonésio News

Tottenham Hotspur memecat pelatih Thomas Frank setelah delapan bulan memimpin klub

Thomas Frank
Thomas Frank - Reprodução Youtube

Tottenham mengumumkan pengunduran diri Thomas Frank setelah kinerja buruk di Premier League (92 karakter) Thomas Frank di tengah krisis di Premier League (91 karakter)

Tottenham Hotspur Rabu ini mengumumkan pemecatan pelatih Thomas Frank. Keputusan itu diambil menyusul kekalahan 2-1 dari Newcastle United, dalam pertandingan yang dimainkan pada hari Selasa di Tottenham Hotspur Stadium. Klub ini menempati posisi ke-16 di Premier League, dengan hanya unggul lima poin dari zona degradasi. Dewan menunjuk hasil terkini sebagai alasan utama perubahan komando teknis.

Frank mulai menjabat pada Juni tahun lalu, menggantikan Ange Postecoglou. Ele menandatangani kontrak hingga 2028, namun tidak mampu membalikkan ketidakteraturan tim di kejuaraan Inggris. Pelatih Denmark berusia 52 tahun itu datang dengan harapan bisa menerapkan gaya permainan yang lebih terorganisir, berdasarkan kesuksesannya di Brentford.

Pemecatan setelah rekor tanpa kemenangan

Tottenham belum pernah menang dalam delapan pertandingan di Premier League. Essa adalah rekor tanpa kemenangan terlama klub sejak Oktober 2008. Tim hanya meraih dua kemenangan dalam 17 putaran terakhir kejuaraan. Periode Nesse, hanya meraih 12 poin.

Kekalahan dari Newcastle merupakan poin terakhir bagi Frank. Torcedores mencemooh tim di akhir pertandingan. Cânticos seruan kepergiannya bergema di stadion pada menit-menit terakhir.

Klub mengeluarkan catatan resmi berterima kasih kepada pelatih atas komitmennya. Dewan menyoroti dedikasinya terhadap proyek tersebut, namun menegaskan bahwa hasil tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa perubahan diperlukan pada saat itu di musim tersebut.

Performa musim yang tidak teratur

Pada Premier League, Tottenham telah mencatatkan tujuh kemenangan, delapan kali seri, dan 11 kekalahan sejauh ini. Rendahnya performa mencerminkan sulitnya menjaga konsistensi sepanjang pertandingan. Tim mencetak dan kebobolan gol dalam jumlah seimbang, namun gagal mengkonversi peluang menjadi poin.

Frank meraih hasil lebih baik di kompetisi Eropa. Klub langsung melaju ke babak 16 besar Liga Campeões dengan finis keempat di babak penyisihan grup. Performa Esse kontras dengan eliminasi awal di piala nasional.

Tim tersebut kalah di babak keempat Copa dari Liga Inglesa ke Newcastle, pada bulan Oktober. Na Copa dari Inglaterra, eliminasi terjadi di babak ketiga melawan Aston Villa, bulan lalu. Essas keluar lebih awal meningkatkan tekanan pada pelatih.

Reaksi klub dan langkah selanjutnya

Dewan Tottenham menyatakan bahwa mereka bermaksud memberikan waktu dan dukungan Frank untuk membangun masa depan tim. Namun, rangkaian hasil yang berada di bawah ekspektasi mengubah penilaian internal. Pihak klub kini sedang mencari pelatih baru untuk segera mengambil alih.

Kepergian Frank menandai perubahan keenam dalam komando teknis permanen dalam tujuh tahun di Tottenham. Klub sedang mengevaluasi opsi pengganti sambil mempersiapkan kalender, termasuk derby melawan Arsenal yang dijadwalkan pada 22 Februari. Tim perlu memulihkan posisi di klasemen untuk menghindari risiko yang lebih besar dalam perjuangan melawan degradasi.

Detail bagian Frank

Thomas Frank tiba di Tottenham setelah mengkonsolidasikan komando di Brentford, di mana ia mengembangkan model kompetitif dengan sumber daya terbatas. No Spurs, ia mencoba mengadaptasi konsep serupa, dengan penekanan pada transisi cepat dan tekanan tinggi. Apesar Meskipun ada beberapa permainan menarik di Europa, performa domestik tidak memenuhi ekspektasi.

Pelatih selalu berdedikasi untuk berlatih dan mempersiapkan pertandingan. Ele menjaga komunikasi terbuka dengan para pemain dan staf pelatih. Dewan secara terbuka mengakui upaya ini ketika mengumumkan pemecatan.

Fokusnya kini beralih pada pemantapan skuad dan mencari hasil positif di babak selanjutnya. Tottenham menghadapi tantangan langsung di Premier League, dengan pertandingan yang menentukan di depan untuk meningkatkan klasifikasi.

Klub mengatakan sedang mengerjakan rencana alternatif untuk posisi pelatih kepala. Transisi terjadi pada periode sensitif musim ini, dengan tim membutuhkan konsistensi untuk naik ke klasemen.

To Top