Berita Terbaru (ID)

Val Kilmer kembali ke layar melalui AI di trailer As Deep as the Grave

Val Kilmer
Val Kilmer - Denis Makarenko/ Shutterstock.com

Empat puluh tahun karir dan peran yang tidak dapat dia filmkan seumur hidupnya. Trailer As Deep sebagai Grave membawa gambar Val Kilmer kembali ke layar. Aktor tersebut meninggal pada tahun 2025 pada usia 65 tahun. Pihak produksi menciptakan kembali penampilannya dengan kecerdasan buatan generatif.

Film ini merupakan drama aksi sejarah yang menceritakan kisah Ann Axtell Morris, salah satu arkeolog pertama Estados Unidos, dan penggaliannya terhadap Canyon dari Chelly, pada tahun Arizona. Val Kilmer awalnya berperan sebagai Padre Fintan, seorang pendeta Katolik dan spiritualis penduduk asli Amerika. Ele Terlalu sakit untuk mengambil gambar adegan pada saat itu. Tim film tersebut bekerja dengan ahli waris sang aktor, termasuk putrinya Mercedes Kilmer, untuk menggunakan teknologi tersebut dan memasukkan karakter tersebut ke dalam potongan akhir. Trailer tersebut ditayangkan pada hari Rabu selama CinemaCon di Estados Unidos0.

Trailer menyoroti kehadiran substansial sang aktor

Materi yang dirilis menunjukkan Kilmer pada berbagai tahap kehidupan karakter. Dalam satu adegan, ia tampil sebagai sosok spektral seperti hantu. Di foto lain, dia tampil sebagai pria beriman berusia 30-an. Aktor tersebut berlutut di depan seorang anak dan mengucapkan kalimat “Jangan takut pada orang mati dan jangan takut padaku”. Gambar-gambar tersebut termasuk menggali tebing, kerbau berlari melintasi dataran, dan sebuah mobil mencoba melintasi jeram. Peran Kilmer memakan waktu lebih dari satu jam dalam film, menurut sutradara.

Coerte Voorhees, penulis skenario dan sutradara, dan saudaranya John Voorhees, produser, menyatakan bahwa keputusan tersebut menghormati pedoman Screen Actors Guild. Keluarga menyediakan materi arsip untuk melatih model AI. Produksi memberikan kompensasi kepada ahli waris atas partisipasi mereka. Film ini dirancang dengan mempertimbangkan Kilmer sejak awal, karena warisan penduduk asli Amerika dan kecintaannya pada orang Amerika Sudoeste.

Pemeran dan elemen visual film

Pemerannya termasuk Abigail Lawrie dalam peran utama Ann Axtell Morris. Tom Felton, Abigail Breslin, Tatanka Means, Jacob Fortune-Lloyd, Wes Studi dan Finn Jones serta berintegrasi ceritanya. Adegan aksinya memadukan drama sejarah dengan momen petualangan, seperti penjelajahan di ngarai dan interaksi dengan elemen alam dan budaya asli.

Produksinya mengikuti jalur proyek terbaru lainnya yang mengeksplorasi teknologi pencitraan baru. Para pembuat film menyoroti bahwa penggunaan AI adalah karena kebutuhan, karena Kilmer tidak dapat berpartisipasi dalam pembuatan film. Eles bersikeras bahwa tujuannya adalah untuk menghormati keinginan awal aktor untuk bergabung dengan para pemeran.

  • Trailernya ditayangkan di CinemaCon pada Las Vegas minggu ini
  • Val Kilmer muncul dalam adegan sebagai sosok spektral dan seorang pria berusia 30-an
  • Ungkapan “Jangan takut pada orang mati dan jangan takut padaku” menandai salah satu rangkaiannya
  • Penggalian no. Canyon dari Chelly adalah pusat plot sejarah
  • Peran Padre Fintan berdurasi lebih dari satu jam dalam film tersebut

Pernyataan keluarga tentang penggunaan teknologi

Mercedes Kilmer, putri aktor tersebut, mengeluarkan pernyataan tentang partisipasi anumerta tersebut. Ela mengatakan bahwa ayahnya memandang teknologi baru dengan optimisme, sebagai alat untuk memperluas kemungkinan dalam bercerita. Keluarga menganggap film tersebut penting bagi Val Kilmer karena tema spiritual dan hubungannya dengan Sudoeste. Proyek ini menghormati semangat tersebut, katanya.

Produser menekankan bahwa karakter tersebut juga menderita tuberkulosis, yang menunjukkan masalah kesehatan yang menandai kehidupan nyata sang aktor. Kolaborasi dengan keluarga sangat penting untuk memastikan rekreasi dilakukan secara etis.

Reaksi di Hollywood terhadap kemajuan AI di bioskop

Trailer tersebut memicu perdebatan tentang masa depan pekerjaan para aktor. Em Hollywood, terdapat kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan dapat mengurangi kesempatan kerja. Pembuat film As Deep sebagai Grave berpendapat bahwa kasus tersebut luar biasa, dilatarbelakangi oleh ketidakmungkinan fisik pembuatan film Kilmer. Eles Ikuti peraturan serikat pekerja dan berikan kompensasi kepada keluarga. Materinya juga menampilkan adegan aksi epik yang melengkapi fokus pada karakter yang diciptakan kembali.

Debut trailer tersebut di CinemaCon menarik perhatian industri terhadap kemungkinan dan batasan AI generatif dalam produksi terkenal. Film ini belum mengumumkan tanggal rilisnya.

Detail produksi dan konteks sejarah

Sebagai Deep sebagai Grave mengeksplorasi kehidupan Ann Axtell Morris, pelopor arkeologi Amerika. Narasinya memuat unsur penemuan, spiritualitas, dan petualangan dalam setting Chelly. Pemilihan Kilmer untuk peran Padre Fintan berasal dari identifikasi aktor dengan tema pribumi dan spiritual. Proyek ini mulai dikembangkan beberapa tahun yang lalu, dengan Kilmer sudah ikut berperan.

Teknologi memungkinkan aktor untuk tampil pada usia yang berbeda, memperluas pilihan visual cerita. Para pembuat film menggunakan rekaman arsip yang disediakan oleh keluarga untuk membangun pertunjukan digital. Hasilnya muncul di trailer sebagai rangkaian yang mengalir, terintegrasi dengan pemeran lainnya.

To Top