Seorang warga negara Turki dari Sivas, Ali Baybaş, menghadapi situasi yang menantang di Arab Saudi, di mana ia tidak dapat kembali ke negara asalnya selama kurang lebih empat dekade. Lahir di desa Kavak di distrik Gürün, ia tunduk pada pembatasan hukum dan larangan bepergian, yang diberlakukan setelah tidak hadir dalam proses pengadilan. Ketidakhadirannya yang berkepanjangan dari tanah air membuat hidupnya menjadi perjuangan terus-menerus selama 40 tahun, jauh dari keluarga dan rumahnya.
Selama masa pengasingan dan kesulitan yang panjang ini, Ali Baybaş mengalami kecelakaan serius yang mengakibatkan kelumpuhan, yang semakin memperparah kondisi hidupnya yang sudah genting.
Baru-baru ini, dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk dan tinggal di jalanan Mekah dalam keadaan kelelahan, ia ditemukan oleh jamaah haji Turki yang sedang menunaikan ibadah haji. Kisah mengharukannya dengan cepat menjadi viral di media sosial, menarik perhatian tokoh politik seperti anggota parlemen Partai AK Rukiye Toy, yang mewakili Sivas. Dampaknya membuat Kementerian Luar Negeri memulai prosedur yang diperlukan untuk pemulangannya.
Berkat kerja diplomatik yang intens dari Kedutaan Besar Turki di Riyadh dan Konsulat Jenderal di Jeddah, yang bekerja sama dengan otoritas Saudi, upaya penyelamatan Ali Baybaş berhasil. Semua larangan administratif dan pembatasan perjalanan terhadapnya akhirnya dicabut, dan kepulangannya yang telah lama ditunggu-tunggu ke Türkiye secara resmi disahkan dan dimulai.