Leak mengungkap pertengkaran antara Pangeran William dan Ratu Camilla terkait perhiasan Keluarga Kerajaan
Alam semesta Keluarga Kerajaan Inggris tidak pernah luput dari drama, dan salah satu peristiwa paling menonjol tahun ini bagi monarki, pernikahan Peter Phillips, putra Putri Anne dan keponakan Raja Charles III, dengan perawat Harriet Sperling, yang diadakan pada awal Juni 2026, tidak terkecuali. Upacara tersebut, yang disaksikan secara luas oleh media dan subyek, pada awalnya tampak seperti perayaan akbar dengan semua protokol yang diharapkan.
Namun informasi di balik layar pesta tersebut bocor dalam laporan yang diterbitkan Rabu, 8 Juli 2026 lalu, mengungkap perselisihan antara Pangeran William dan Ratu Camilla. Penyebab perselisihan tersebut adalah pemberian perhiasan dari koleksi kerajaan yang sangat banyak, yang ingin dikenakan oleh Pangeran Wales oleh pengantin wanita selama acara tersebut. Namun Ratu akan menolak peminjaman barang-barang tersebut.
“William sangat marah. Dia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Peter dan marah karena Camilla mencoba menimbulkan masalah di hari pernikahannya hanya untuk memamerkan kekuatannya,” kata seorang sumber yang memiliki akses ke koridor Istana Buckingham kepada publikasi tersebut. Kemarahan sang pangeran menyoroti persepsi bahwa penolakan Ratu akan menunjukkan pengaruhnya di dalam istana.
Masih menurut laporan, William, pewaris langsung takhta, akan mencoba melakukan intervensi untuk membatalkan keputusan ibu tirinya. Namun, Harriet Sperling memilih untuk memakai mahkota yang berbeda, tanpa ada kaitannya dengan koleksi monarki. Pilihan ini rupanya memperparah suasana tegang hingga membuat Ratu merasa tidak dihargai. “Meski permasalahannya sudah selesai, Camilla tetap marah. Dia menuduh William sengaja mencoba melemahkan otoritasnya,” tambah orang dalam itu.
Di balik layar keluarga kerajaan, hubungan William dan Camilla selalu terlihat rapuh. Ketegangan ini secara historis dikaitkan dengan sulitnya penerimaan Camilla oleh Pangeran William dan Harry, mengingat hubungan di luar nikahnya dengan Charles adalah alasan utama perceraian Raja dengan Putri Diana (1961-1997). Bentrokan baru-baru ini mengenai perhiasan hanya menyoroti masih adanya titik-titik perselisihan antara anggota Keluarga Kerajaan.
Momen perselisihan lainnya antara Ratu Camilla dan Pangeran William didokumentasikan dalam biografi “Kate”, yang ditulis oleh pakar kerajaan Christopher Andersen. Buku tersebut mengungkapkan bahwa Camilla menganggap Kate Middleton, istri William, “terlalu biasa”. “Dia tidak menganggap dirinya setara, bisa dikatakan begitu. Dia bukan anggota elit. Dia tidak memiliki darah bangsawan. Orang-orang seperti Camilla tidak menginginkannya, karena mereka mengira dia terlalu biasa untuk menjadi istri calon Raja,” tulis publikasi tersebut, yang menggambarkan kompleksitas hubungan di monarki Inggris.







