Berita Terbaru (ID)

Jauh melampaui Yamal: Siapa saja highlight Spanyol yang mengkhawatirkan Prancis di Piala Dunia

Espanha
Espanha - X.com/ Espanha

Tim Spanyol memiliki sederet talenta yang melampaui Lamine Yamal, yang dianggap sebagai bintang terbesar tim. Keberagaman skuad ini telah menjadi faktor peringatan bagi Prancis, saat mereka bersiap menghadapi semifinal Piala Dunia. Gelandang Adrien Rabiot telah mengindikasikan bahwa Spanyol memiliki pemain-pemain penting yang tampil menonjol selama kompetisi.

Meski penyerang berusia 19 tahun itu menjadi sosok utama di tim yang dipimpin Luis De La Fuente, kampanye apik Spanyol, yang telah mengumpulkan lima kemenangan setelah hasil imbang di awal, dibangun di atas kontribusi beberapa atlet penting.

Spanyol akan turun lapangan pada Selasa ini, 14 Juli 2026, pukul 4 sore (waktu Brasília), di stadion Dallas, Amerika Serikat, untuk memperebutkan tempat di final Piala Dunia, yang akan berlangsung Minggu depan. Semifinal lainnya akan dimainkan antara Inggris dan Argentina, pada hari Rabu, juga pukul 4 sore.

Oyarzabal menonjol sebagai pencetak gol terbanyak tim

Contoh nyata pembagian tanggung jawab di timnas Spanyol adalah Mikel Oyarzabal. Bertindak sebagai pemain sentral dalam serangan, pemain Real Sociedad itu menjadi pencetak gol terbanyak Spanyol di Piala Dunia ini dengan mencetak empat gol yang mengesankan.

Di babak penyisihan grup, Oyarzabal menampilkan salah satu penampilannya yang paling menonjol, mencetak dua gol dan memberikan satu assist dalam kemenangan 4-0 atas Arab Saudi. Dia mengulangi hal yang sama di fase kedua, mencetak dua gol lagi dalam kemenangan 3-0 atas Austria.

Rodri memimpin lini tengah dengan umpan-umpan presisi

Mengontrol penguasaan bola di lini tengah menjadi tulang punggung gaya permainan Spanyol. Rodri, pemain Manchester City, menjadi konduktor yang mengatur tim, dengan rata-rata lebih dari 100 operan per pertandingan. 629 operannya di kompetisi tersebut mewakili jumlah tertinggi di antara pemain mana pun, menurut data resmi FIFA.

Rodri mengungkapkan keyakinannya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Inggris The Guardian: “Prancis adalah salah satu tim terbaik di sini, sedang dalam performa bagus, begitu pula Spanyol. Kami bisa mengalahkan mereka, kami melihatnya di Piala Euro dan Nations League.”

Pedri berperan sebagai seorang pemuda berpengalaman

Atlet lain yang sangat relevan di lini tengah Spanyol adalah Pedri, dari Barcelona. Kejutan terjadi ketika pelatih Spanyol menempatkannya di bangku cadangan pada pertandingan melawan Belgia, memilih untuk memulai dengan Rodri, Fabián dan Dani Olmo. Keputusan ini menunjukkan beragamnya pilihan yang tersedia bagi sektor ini.

Meski begitu, Pedri tetap menjadi salah satu pemain terpenting tim. Meski secara individu ia belum mencapai puncak performanya di Piala Dunia ini, seperti yang sering terjadi di Barcelona, ​​​​dia, di usianya yang baru 23 tahun dan sudah mengikuti Piala Dunia keduanya, menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompok pemain paling berpengalaman di skuad.

Mikel Merino muncul sebagai alternatif taktis yang menentukan

Mikel Merino dari Arsenal, meski bukan starter, terbukti menjadi elemen fundamental. Gelandang serang menjadi salah satu senjata andalan De La Fuente untuk mempengaruhi jalannya pertandingan di babak kedua. Kekuatan fisiknya, keterampilan udaranya, dan kemampuannya menyusup ke kotak penalti menawarkan Spanyol alternatif yang berharga dibandingkan gaya sirkulasi bola tradisional, membuat tim lebih tidak terduga.

Merino bertanggung jawab memastikan kemenangan Spanyol dalam dua pertandingan sebelumnya, mencetak gol melawan Portugal dan Belgia.

Nico Williams dalam fase pemulihan setelah cedera

Nico Williams, pemain muda Spanyol lainnya, tiba di Piala Dunia menghadapi masalah cedera otot. Atlet Athletic Bilbao berusia 24 tahun itu tampil di menit-menit akhir dari empat pertandingan.

Ia berhasil berkontribusi dengan assist atau gol, namun tidak mencapai protagonisme yang diharapkan darinya. Namun, seiring kemajuan dalam pemulihan fisiknya, Nico bisa menjadi bagian strategis yang penting untuk sebuah serangan yang membutuhkan ketajaman lebih besar dan penyelesaian akhir yang lebih baik, terutama mengingat kontrol yang dilakukan oleh lini tengah.

Pertahanan kokoh dengan konsolidasi Cubars

Di lini pertahanan, Pau Cubarsí, dari Barcelona, ​​​​telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik Spanyol di Piala Dunia ini. Di usianya yang baru 19 tahun, sang bek telah menaklukkan ruangnya dan berpasangan dengan Aymeric Laporte, 32, yang lebih berpengalaman dari Athletic Bilbao.

Cubarsí menonjol sebagai bek di bawah usia 20 tahun dengan menit bermain terbanyak di Piala Dunia, dengan total 540 menit dalam partisipasi pertamanya di turnamen tersebut. Data ini menyoroti perkembangan pesat dan potensi bek muda.

Dalam enam pertandingan yang dimainkan sejauh ini di Piala Dunia, Spanyol hanya kebobolan satu gol, dalam kemenangan 2-1 atas Belgia, mengakhiri laju mengesankan selama 648 menit tanpa ada satupun gol yang terlewatkan.

To Top