Berita Terbaru (ID)

Penelitian burung gagak mengungkap cara burung memproses angka dan membuat keputusan berdasarkan probabilitas

corvo
corvo - Stephan Morris/shutterstock.com

Para peneliti menemukan bahwa burung gagak memiliki kemampuan matematika yang mengejutkan, mampu memahami dan menerapkan konsep probabilitas untuk membuat keputusan yang menjamin lebih banyak imbalan. Studi ini merinci bagaimana burung-burung ini memproses data statistik secara logis, menantang gagasan lama bahwa penalaran matematis yang kompleks hanya dimiliki oleh manusia dan beberapa primata yang sudah sangat maju.

Eksperimen praktis mengungkapkan bahwa, ketika dihadapkan pada skenario pilihan berbeda yang terkait dengan beragam peluang mendapatkan makanan, burung gagak mengevaluasi pilihan tersebut dengan cara yang sepenuhnya rasional. Mereka mengesampingkan naluri atau kebiasaan mengulangi pilihan sebelumnya untuk fokus secara ketat pada alternatif yang memberikan keuntungan matematis terbesar.

Bagaimana burung gagak mengambil keputusan berdasarkan probabilitas

Selama uji laboratorium, burung dilatih untuk mengasosiasikan rangsangan visual yang berbeda dengan kemungkinan berbeda untuk menerima hadiah makanan. Para peneliti menyajikan kombinasi simbol yang mewakili berbagai peluang, mulai dari probabilitas rendah hingga hampir pasti untuk memperoleh makanan.

Burung gagak menunjukkan perilaku yang sangat analitis sepanjang sesi:

  • Analisis risiko:Burung-burung tersebut secara dinamis menghitung gambar mana yang menawarkan hasil statistik terbaik.
  • Pilihan yang Konsisten:Dengan adanya skenario pilihan, burung gagak secara konsisten memilih opsi dengan probabilitas keberhasilan tertinggi.
  • Fleksibilitas kognitif:Ketika probabilitas yang terkait dengan simbol berubah, hewan dengan cepat menyesuaikan pilihan mereka dengan skenario matematika baru.

Perilaku ini menunjukkan bahwa burung-burung ini tidak hanya menghafal pola-pola sederhana, namun melakukan pemrosesan statistik yang sebenarnya secara real-time untuk mengoptimalkan peluang kelangsungan hidup dan nutrisi mereka.

Burung gagak
Corvo – Pembuat Wirestock/shutterstock.com

Struktur otak yang memungkinkan perhitungan matematis

Aspek paling revolusioner dari penemuan ini terletak pada neurobiologi hewan-hewan ini. Manusia dan mamalia lain menggunakan korteks prefrontal untuk melakukan operasi logis dan pengambilan keputusan yang kompleks. Namun, gagak tidak memiliki struktur otak khusus yang merupakan karakteristik unik mamalia.

Alih-alih korteks prefrontal, burung menggunakan wilayah otak yang disebutnidopallium kaudolateral(NCL). Meskipun secara anatomis sangat berbeda dari otak manusia, NCL telah berevolusi secara independen untuk menjalankan fungsi kognitif yang sama persis dalam pengambilan keputusan berdasarkan data. Ini adalah contoh klasik evolusi konvergen, di mana alam mengembangkan solusi biologis berbeda untuk memecahkan masalah pemrosesan informasi yang sama.

Apa yang diungkapkan kecerdasan burung tentang pikiran manusia

Penemuan bahwa otak burung dapat memproses konsep statistik abstrak tanpa neokorteks membuka batas baru bagi ilmu saraf dan pengembangan kecerdasan buatan. Hal ini menunjukkan bahwa blok bangunan neurologis yang diperlukan untuk penalaran matematis lebih fleksibel daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Dengan memahami bagaimana struktur otak yang sangat berbeda dengan kita dapat mencapai hasil logis yang serupa, para ilmuwan dapat memperoleh petunjuk baru tentang evolusi kecerdasan manusia itu sendiri. Kemajuan ini menunjukkan bahwa kemampuan menghitung probabilitas dan membuat keputusan rasional merupakan alat evolusi yang mendasar sehingga kemampuan tersebut menemukan cara untuk memanifestasikan dirinya dalam berbagai cara di seluruh pohon kehidupan.

To Top