Berita Terbaru (ID)

Pernambuco mencatat empat kematian akibat tanah longsor dan banjir setelah hujan lebat pada hari libur

Alagamentos e deslizamentos em Pernambuco — Reprodução/TV Globo
Foto: Alagamentos e deslizamentos em Pernambuco — Reprodução/TV Globo

Fortes Hujan yang melanda negara bagian Pernambuco pada libur pertama Maio menyebabkan tanah longsor dan banjir yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia, termasuk dua anak-anak. Kota Recife dan Olinda adalah kota yang paling terkena dampak insiden tersebut. Rescue Equipes dan Defesa Civil bekerja tanpa lelah untuk membantu para korban di tengah kehancuran. Pemerintah federal telah menjanjikan bantuan darurat untuk daerah yang terkena dampak. Seluruh Famílias harus meninggalkan rumah mereka karena risiko yang akan terjadi atau kehilangan harta benda mereka secara total. Volume curah hujan melebihi ekspektasi di beberapa lokasi, sehingga memperburuk situasi di wilayah berisiko.

Deslizamentos pada Recife dan Olinda menjadi korban keluarga

Liburan tersebut diwarnai dengan serangkaian kejadian tragis di wilayah metropolitan. Em Dois Unidos, lingkungan Recife, runtuhnya penghalang menghancurkan rumah sebuah keluarga, menewaskan seorang wanita berusia 24 tahun dan putranya yang berusia empat tahun. Moradores dari wilayah tersebut awalnya mencoba mengeluarkan para korban dari reruntuhan sebelum tim penyelamat tiba, menyoroti keputusasaan warga setempat. Ayah anak tersebut dan putri pasangan tersebut yang berusia satu tahun berhasil diselamatkan dalam kondisi serius dan segera mendapat perawatan medis.

Persepsi risiko sudah membayangi warga di wilayah tersebut. Flávio Lima, teknisi pengendalian hama, melaporkan perasaan bahwa penghalang tersebut akan runtuh. Ele bertindak cepat, meminta anak-anak meninggalkan ruangan dan menuju ruang tamu. Segundo laporan Anda, tak lama setelah orientasi, terdengar ledakan dan penghalang runtuh. Kecepatan tindakannya mencegah lebih banyak anggota keluarga terkena dampak terbesar.

Di sekitar Passarinho, di Olinda, situasinya tidak kalah dramatisnya. Rumah Cinco hancur total akibat tanah longsor lainnya. Insiden Este mengakibatkan kematian seorang wanita berusia 20 tahun dan putranya yang berusia enam bulan, yang terkubur di bawah reruntuhan. Masyarakat di tepi sungai dan daerah perbukitan sangat rentan terhadap curah hujan yang tinggi, sehingga memperburuk risiko bagi penduduk yang tinggal di sana.

Penyelamatan dan bantuan Operações kepada mereka yang terkena dampak

Sepanjang hari, hujan yang sesekali turun, disertai curah hujan yang deras, membuat pekerjaan tim penyelamat menjadi sulit. Tanah yang tergenang air menjadi lebih berat dan tidak stabil, sehingga meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor baru selama operasi. Agen dan sukarelawan Bombeiros, Defesa Civil bekerja dalam kondisi cuaca buruk.

Coronel Carlos Albuquerque, sekretaris Defesa Civil dari Olinda, menjelaskan kompleksitas skenario ini. Kondisi kurang mendukung dan terjadi dua kali longsor berturut-turut sehingga membutuhkan perhatian maksimal dari tim. Militares dari Corpo dari Bombeiros tetap waspada terhadap setiap insiden baru, memastikan keselamatan korban dan profesional di lapangan. Kewaspadaan Esta yang terus-menerus sangat penting untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut di area tersebut.

Dalam upaya bersama, tim penyelamat berhasil menyelamatkan sedikitnya 55 orang dan empat hewan yang diisolasi di komunitas yang terkena dampak air dan penghalang. Rafaela Costa, salah satu warga yang berhasil diselamatkan, menceritakan hilangnya harta benda. Ela berhasil keluar rumah hanya dengan bantuan petugas pemadam kebakaran dan bahkan tidak menyelamatkan obat putrinya yang menderita bronkiolitis. Documentos dan barang-barang lainnya hilang, hanya menyisakan pakaian di punggungnya.

    Dados dan dampak penyelamatan:

  • Vítimas mengonfirmasi korban jiwa: 4 orang
  • Pessoas yang diselamatkan dari wilayah pulau: 55 individu
  • Animais diselamatkan oleh tim: 4
  • Suhu Abrigos yang diaktifkan pada Recife: 10 unit
  • Famílias diterima di tempat penampungan di ibu kota: 80 keluarga

Volume curah hujan yang luar biasa dan dampaknya

Ibu kota Pernambuco mencatat curah hujan sebesar 175 milimeter dalam waktu singkat, yang berdampak signifikan terhadap infrastruktur lokal. Como akibat langsung dari hujan lebat tersebut, 14 penerbangan tujuan Aeroporto dari Recife dialihkan ke lokasi lain. Langkah Essa bertujuan untuk menjamin keselamatan operasi udara dan penumpang.

Kota Goiana, yang terletak di negara bagian Mata Norte, adalah kota yang paling terkena dampaknya, dengan curah hujan lebih dari 200 milimeter dalam 24 jam terakhir. Volume Este setara dengan yang diperkirakan selama 26 hari di bulan Mei, jauh melebihi rata-rata historis. Intensitas curah hujan menyebabkan kerusakan struktural, termasuk runtuhnya sebagian tembok sekolah yang sedang dibangun. Diante dari ancaman tersebut, setidaknya 300 orang harus meninggalkan rumah mereka dan dibawa ke tempat penampungan kota.

Moradores dari wilayah Goiana terlihat membawa apa yang mereka bisa melewati banjir dan reruntuhan. Tanggapan pemerintah setempat termasuk mengaktifkan titik-titik dukungan bagi para tunawisma, memberikan bantuan dasar dan akomodasi sementara. Besarnya kerusakan memerlukan upaya terkoordinasi dari berbagai tingkat pemerintahan untuk memulihkan daerah yang terkena dampak dan memberikan dukungan kepada keluarga.

↓ Continue lendo ↓