Berita Terbaru (ID)

Petugas polisi turun dari helikopter untuk menyelamatkan sisa-sisa sungai yang dipenuhi buaya di Afrika Selatan

Policial resgata restos mortais de homem devorado por crocodilo
Foto: Policial resgata restos mortais de homem devorado por crocodilo - Reprodução/Rede Sociais

Seorang agen turun dari helikopter yang digantung dengan tali ke sungai yang dipenuhi buaya. Adegan tersebut, yang terekam dalam video yang beredar di media sosial, menunjukkan momen yang sangat berisiko di mana petugas polisi Afrika Selatan mengambil bagian dalam operasi pengambilan jenazah. Tudo dimulai ketika seorang pengusaha menghilang setelah kendaraannya terjebak di jembatan banjir di timur laut África dari Sul. Hipotesis polisi adalah dia terseret arus. Apa yang tidak diharapkan oleh siapa pun adalah penemuan yang akan terjadi kemudian.

Operasi berlangsung di bantaran sungai Komati, dekat dengan Parque Nacional Kruger. Mobil pengusaha itu ditemukan kosong pada minggu sebelumnya, saat mencoba melintasi jembatan rendah yang meluap. Investigadores awalnya menduga pria tersebut turun dari mobil dan terseret arus derasnya air sungai. Diante dari kemungkinan tersebut, polisi mengaktifkan penyelam, helikopter, dan drone untuk pencarian besar-besaran di wilayah tersebut.

Localização dari hewan yang dicurigai

Pemindaian udara Durante, agen mengidentifikasi sebuah pulau kecil di sungai Komati tempat beberapa buaya sedang beristirahat. Salah satunya langsung menarik perhatian: reptil tersebut memiliki perut yang sangat penuh dan tidak bergerak meskipun ada suara bising dari drone dan pesawat. Kapten Johant “Pottie” Potgieter, komandan unit penyelam polisi, menganalisis perilaku abnormal tersebut. Pengalaman Sua membuat tim curiga bahwa hewan tertentu mungkin baru saja memakan korban yang hilang.

Polisi memutuskan untuk membunuh buaya tersebut sebelum memulai operasi penyelamatan, yang secara internal diklasifikasikan sebagai “sangat berbahaya dan kompleks”. Sem jika hewan tersebut masih hidup, tim dapat bekerja dengan aman untuk menemukan bukti apa pun di dalam tubuh reptil tersebut.

Descida berisiko dan penemuan

Gambar operasi udara menunjukkan petugas polisi diturunkan perlahan dengan tali dari helikopter ke air sungai yang keruh. Prosedur tersebut berlangsung beberapa menit yang menegangkan ketika agen tersebut mendekati buaya yang tidak bisa bergerak tersebut. Potgieter menjelaskan kepada pers lokal betapa seriusnya pekerjaan ini: “Ujung buaya yang tajam bukanlah tempat terbaik untuk mendekatinya.” Reptil ini berukuran panjang sekitar 4,5 meter dan berat sekitar 500 kilogram.

Após dikeluarkan dari sungai melalui udara, hewan tersebut segera dibawa ke Parque Nacional Kruger. Especialistas membuka buaya dan menemukan sisa-sisa manusia di dalamnya. Penemuan ini membenarkan kecurigaan penyelidik mengenai hilangnya pengusaha tersebut. Tes DNA Exames sedang dilakukan untuk mengidentifikasi secara pasti sisa-sisa tersebut dan memastikan bahwa jenazah tersebut benar-benar milik korban yang dicari.

Detail tambahan yang mengganggu muncul selama pemeriksaan internal hewan tersebut:

  • Seis berbagai jenis sepatu ditemukan di dalam buaya
  • Penemuan menunjukkan beberapa serangan sebelumnya terhadap orang lain
  • Investigadores memperingatkan bahwa sepatu tersebut bukan merupakan bukti pasti adanya korban lainnya
  • Perilaku predator hewan tersebut akan dianalisis dalam konteks sejarah
  • Serangan Registros di wilayah tersebut akan ditinjau

Potgieter menyoroti bahwa “seekor buaya memakan atau menelan apa pun”, menunjukkan bahwa keberadaan sepatu tersebut tidak serta merta mewakili konfirmasi adanya banyak korban fatal.

Elogio untuk menyelamatkan operasi

Letnan Jenderal Puleng Dimpane, penjabat kepala polisi Afrika Selatan, secara terbuka mengakui keberanian para agen yang terlibat dalam misi tersebut. Ela menyoroti kompleksitas ekstrim dalam melaksanakan operasi di area berisiko tinggi, dikelilingi oleh predator di wilayah tersebut, dan dalam kondisi cuaca yang menantang. Sungai Komati terkenal dengan banyaknya buaya dan arus yang tidak dapat diprediksi, membuat pekerjaan apa pun di tepiannya berbahaya bahkan dalam keadaan normal.

Operasi tersebut merupakan upaya terkoordinasi antara beberapa unit polisi Afrika Selatan. Elite Mergulhadores, pilot helikopter berpengalaman, dan penyelidik ahli bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang dianggap tidak mungkin berhasil oleh banyak orang. Pelatihan khusus untuk operasi di lingkungan yang terdapat satwa liar sangat penting agar petugas polisi dapat turun ke air dengan relatif aman, meskipun risikonya tetap tinggi selama prosedur berlangsung.

Regional dan keamanan Contexto

Parque Nacional Kruger merupakan salah satu suaka margasatwa terbesar di África dan berfungsi sebagai habitat alami buaya Nilo, spesies yang dapat mencapai ukuran cukup besar. Sungai Komati menandai bagian tepi taman ini dan sering menjadi tempat pertemuan berbahaya antara manusia dan satwa liar. Seminggu sebelum hilangnya pengusaha tersebut, terjadi hujan lebat di wilayah tersebut, yang secara signifikan meningkatkan permukaan air dan kecepatan arus.

Moradores Penduduk setempat mengetahui risiko mencoba menyeberangi jembatan rendah saat musim hujan, namun keadaan darurat terkadang memaksa orang untuk mengambil keputusan dengan tergesa-gesa. Pengusaha yang hilang tersebut mungkin mencoba melakukan penyeberangan yang tampaknya mungkin dilakukan pada saat itu, tanpa mengantisipasi kekuatan perairan atau kehadiran predator. Kematian Sua, yang kini dikonfirmasi oleh sisa-sisa yang ditemukan, menambah sejarah kecelakaan di wilayah tersebut.

Pihak berwenang di Afrika Selatan sedang mempelajari langkah-langkah keamanan tambahan di wilayah tersebut, termasuk peringatan yang lebih jelas tentang risiko selama musim hujan dan patroli rutin untuk memantau populasi buaya yang menghuni sungai tersebut.

↓ Continue lendo ↓