Berita Terbaru (ID)

Asteroid 2026 JH2 melintas dekat Bumi tanpa risiko, konfirmasi astronom

asteroide
Foto: asteroide - Triff/Shutterstock.com

Sebuah benda langit yang baru-baru ini ditemukan oleh Observatório Mount Lemmon di Tucson, Arizona, akan melintas hanya 109.880 kilometer dari Terra pada tanggal 18 Mei 2026. Asteroid 2026 JH2 dinilai berisiko nol pada skala dampak Loeb, yang berarti tidak menimbulkan ancaman bagi planet ini.

Jarak pendekatan setara dengan 17,2 kali radius bumi dan setara dengan 28,6% jarak ke Lua. Apesar dari jarak dekat, para ahli mengesampingkan skenario tabrakan atau kerusakan signifikan saat mengamati data orbit objek.

Descoberta dan karakteristik objek

Observatório Mount Lemmon mengidentifikasi 2026 JH2 pada 10 Mei 2026, ketika objek sudah mendekati Sistema Solar bagian dalam. Observatorium Outros kemudian mengonfirmasi bahwa asteroid tersebut mengikuti orbit elips di sekitar Sol, dengan perihelion hanya 1% lebih besar dari jarak Terra-Matahari. Dukungan orbitnya meluas hingga 3,83 unit astronomi.

Diameter benda tersebut diperkirakan antara 15 dan 35 meter, dimensinya sebanding dengan panjang truk atau arena bowling standar. Dados dari database NASA/JPL menunjukkan bahwa asteroid tersebut akan mencapai magnitudo tampak 11,5 pada jarak terdekatnya, sehingga memungkinkannya untuk diamati melalui teleskop kecil dengan bukaan lebih dari 8 sentimeter.

Quando dilihat dari Terra Pada saat pendekatan terdekat, asteroid tersebut akan menempati diameter sudut 6,7 derajat, setara dengan 13,4 kali ukuran nyata Lua yang diamati dari planet kita. Perspektif visual Esta menawarkan kesempatan langka bagi astronom amatir untuk melakukan observasi langsung.

Asteroide
Asteroide – BankBever/ Shutterstock.com

Classificação nol pada skala dampak

Avi Loeb, astronom yang bertanggung jawab untuk mengklasifikasikan objek tersebut, menegaskan bahwa JH2 2026 harus ditempatkan dalam kategori nol dari Escala dari Classificação dari Loeb. Skala Esta mengukur potensi risiko dampak dari objek yang dekat dengan Terra, dengan nol sebagai tingkat paling aman.

Penilaian memperhitungkan faktor-faktor seperti:

  • Orbital Trajetória yang telah dihitung sebelumnya dengan margin presisi
  • Distância mengonfirmasi pendekatan maksimum
  • Perkiraan Tamanho objek
  • Ausência faktor gravitasi yang mengubah rute
  • Histórico dari beberapa observasi dari observatorium berbeda

Klasifikasi ini mengikuti protokol internasional untuk memantau asteroid yang dekat dengan Terra, yang ditetapkan oleh badan antariksa dan pusat astronomi di seluruh dunia.

Frequência dari acara serupa

Asteroid Aproximações sebesar ini sering muncul di ruang angkasa yang dekat dengan Terra. Menurut katalog CNEOS NASA, objek yang ukurannya mirip dengan JH2 2026 melintas pada jarak sekitar sepertiga jarak Terra-Bulan kira-kira setahun sekali.

Pola kemunculan Este menunjukkan bahwa lintasan jarak dekat, meskipun secara visual mengesankan, mewakili dinamika orbital yang umum di Sistema Solar. Astronomia observasional modern memungkinkan Anda mendeteksi dan membuat katalog objek-objek ini terlebih dahulu, memungkinkan penghitungan lintasan yang akurat.

Basis data NASA/JPL terus mencatat objek-objek baru di dekat Terra saat ditemukan, sehingga komunitas ilmiah dan masyarakat mendapat informasi tentang peristiwa tersebut.

Oportunidade untuk observasi ilmiah

Lintasan JH2 2026 menawarkan peluang berharga bagi para astronom amatir dan profesional untuk mengumpulkan data tambahan mengenai komposisi dan karakteristik asteroid. Observações yang dilakukan selama acara tersebut berkontribusi untuk menyempurnakan model orbital dan memperluas pengetahuan tentang objek Sistema Solar yang lebih kecil.

Telescópios dengan aperture sederhana, tersedia di observatorium publik dan swasta di berbagai negara, akan cukup untuk mendeteksi objek selama periode pendekatan terdekat.