Berita Terbaru (ID)

Gempa berkekuatan 5,1 SR mengguncang wilayah selatan Jawa dan dirasakan hingga Denpasar, Pulau Bali

terremoto
Foto: terremoto - menur/Shutterstock.com

Gempa berkekuatan 5,1 SR terjadi di selatan Java pada Selasa (26 Mei 2026) pukul 16.39 (waktu setempat). Gempa bumi terletak 93 kilometer tenggara Jember, Java Oriental, dan kedalaman 10 kilometer. Tremores terlihat bahkan di Denpasar, Bali, yang menunjukkan amplitudo peristiwa seismik.

Agência dari Meteorologia, Climatologia dan Geofísica (BMKG) melaporkan pusat gempa terletak pada koordinat 9,01° LS dan 113,84° BT. Dibandingkan lokasi lainnya, gempa terjadi 105 kilometer barat daya Banyuwangi (Java Oriental), 111 kilometer barat daya Jembrana (Bali), 157 kilometer barat daya Denpasar, dan 840 kilometer tenggara Jacarta. Não terdapat risiko tsunami terkait dengan peristiwa tersebut.

Magnitude dan klasifikasi acara

Magnitudo 5,1 termasuk dalam rentang gempa yang sering dirasakan masyarakat namun hanya menimbulkan kerusakan ringan. Segundo berdasarkan magnitudo seismik skala internasional, gempa bumi dalam rentang ini mengurangi risiko kerusakan struktural. Danos yang signifikan hanya terjadi pada magnitudo yang lebih besar dari 5,5, ketika struktur yang lebih rapuh mungkin terkena dampaknya.

Skala pemeringkatan gempa berfungsi sebagai berikut:

  • Magnitude 2.5 atau lebih rendah: biasanya tidak dirasakan tetapi direkam oleh seismograf
  • Magnitude 2.5 hingga 5.4: sering terasa, menyebabkan kerusakan ringan
  • Magnitude 5.5 hingga 6.0: Dapat menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan
  • Magnitude 6.1 hingga 6.9: Menyebabkan banyak kerusakan di daerah padat penduduk
  • Magnitude 7.0 hingga 7.9: berkekuatan besar dengan kerusakan parah
  • Magnitude 8.0 atau lebih tinggi: Parah, dapat menghancurkan komunitas sekitar

wilayah geologi Contexto

Indonésia terletak di salah satu wilayah paling rawan gempa di planet ini. Karakteristik Essa dihasilkan dari letak kepulauan pada pertemuan tiga lempeng tektonik yang mengalami tumbukan konvergen. Zona subduksi yang melewati Indonésia bertanggung jawab atas sebagian besar gempa bumi yang tercatat di negara tersebut. Java, khususnya, berada di wilayah dengan aktivitas seismik tinggi karena konfigurasi geologis ini.

Terremotos adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonésia. Agência dari Meteorologia terus memantau aktivitas seismik melalui jaringan stasiun deteksi yang tersebar di seluruh negeri. Sistem Esse memungkinkan peringatan cepat dan pengumpulan data akurat mengenai pusat gempa, kedalaman, dan besaran gempa.

Ausência dari kerusakan yang dilaporkan

Até Saat ini, tidak ada kerusakan struktural, cedera atau korban jiwa akibat gempa yang tercatat. Kedalaman 10 kilometer berkontribusi menghilangkan sebagian energi seismik, sehingga mengurangi dampak pada permukaan. Penambahan Além, berkekuatan 5,1, meskipun terlihat nyata, tidak mencapai tingkat destruktif.

Gempa bumi ini memperkuat perlunya kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai prosedur keselamatan jika terjadi gempa. Ainda Meskipun peristiwa ini tidak menimbulkan dampak langsung, lokasi geografis Indonésia memerlukan pengawasan permanen terhadap fenomena seismik.