Berrettini mengalahkan Cerundolo dengan straight set dan mencapai perempat final Roland Garros

Berrettini

Berrettini - Foto: instagram @atptour

Matteo Berrettini mengamankan tempat di perempat final Roland Garros. Petenis Italia itu mengalahkan Juan Manuel Cerundolo Argentina dengan 3 set menjadi 0, dengan parsial 6/3, 7/6 (7-2) dan 7/6 (8-6), Senin ini (1). Hasil tersebut menandai kembalinya petenis tersebut ke perempatfinal Grand Slam Prancis setelah absen selama lima tahun. Berrettini, yang saat ini berada di peringkat 105, menjadi pemain dengan peringkat terendah yang mencapai tahap ini di Paris sejak 2007.

Duel berlangsung di Court Suzanne Lenglen. Berrettini mengontrol tempo sejak awal dan tidak menyerah pada break di set pertama. Nos mengikuti dua tiebreak, ia menunjukkan kesejukan di poin penentu. Cerundolo yang sempat menyingkirkan peringkat 1 dunia Jannik Sinner di babak sebelumnya, memberikan tekanan di set ketiga namun tak mampu mengkonversi peluang.

Berrettini sama dengan kampanye 2021 di Paris

Pembalap Italia itu mencapai perempat final Roland Garros untuk kedua kalinya dalam karirnya. Yang pertama pada tahun 2021. Desde kemudian mengalami cedera yang membuatnya absen dari turnamen pada empat edisi berikutnya. Jalan menuju titik ini termasuk kemenangan yang diraih dengan susah payah di ronde ketiga. Berrettini menyelamatkan dua match point melawan Francisco Comesana sebelum maju.

Petenis berusia 29 tahun itu menunjukkan kemajuan fisik sepanjang pekan. Ele memenangkan ketiga set dengan servis efisien dan pergerakan bagus di lapangan tanah liat. Contra Cerundolo, Berrettini mengonversi match point pertama di set ketiga setelah menyelamatkan tiga set point dari rivalnya. Kemenangan tersebut berlangsung sekitar dua setengah jam.

  • Berrettini: 6 pemenang lebih banyak dari Cerundolo dalam pertandingan
  • Tiebreak Dois dimenangkan dengan skor nyaman
  • Kebobolan break Zero di set pertama
  • Salvou semua titik setel pada set penentuan
  • Avanço dijamin menjadi petenis dengan peringkat terburuk di perempat final sejak 2007

Superação menandai lintasan terkini pabrikan Italia tersebut

Berrettini telah menghadapi masalah fisik yang serius dalam beberapa tahun terakhir. Ele melewatkan sebagian besar tahun 2022 dan 2023 karena operasi dan pemulihan yang lama. Kembalinya secara bertahap ke sirkuit termasuk gelar penantang dan kinerja bagus di beberapa ATP. Em Paris, ia memanfaatkan hasil imbang yang menguntungkan setelah eliminasi awal favorit.

Mantan pemain top 6 dunia itu tiba di Paris dengan kepercayaan diri baru. Ele sudah menunjukkan tanda-tanda kembali ke level tinggi di turnamen sebelumnya. Kampanye saat ini memperkuat bahwa Berrettini dapat menjadi ancaman lagi di Grand Slams ketika dia 100% secara fisik. Pelatih asal Italia ini mengaku mampu mengatasi permainannya setelah pertandingan, namun tetap fokus pada tantangan berikutnya.

Lawan Próximo meninggalkan duel antara Tiafoe dan Arnaldi

Perempatfinal Nas, Berrettini akan menghadapi pemenang pertandingan antara Frances Tiafoe Amerika Utara dan Matteo Arnaldi Italia. Duel Italia bisa terjadi jika Arnaldi melaju. Berrettini sudah memiliki rekor positif melawan keduanya, namun lantai tanah liat memerlukan adaptasi terus-menerus.

Kehadiran tiga pemain Italia di perempatfinal putra menyoroti momen bagus tenis Tanah Air. Berrettini, Arnaldi dan Flavio Cobolli mewakili gelombang baru yang muncul setelah era Sinner dan Musetti. Turnamen tahun 2026 diwarnai dengan kejutan dan kampanye yang mengejutkan.

Pertandingan Estatísticas menyoroti efisiensi Berrettini

Petenis Italia itu memenangkan 78% poin pada servis pertama. Ele membuat beberapa kesalahan sendiri di momen-momen penting. Cerundolo, pada gilirannya, menekan untuk kembali, tetapi gagal mengubah break point. Tiebreak adalah momen paling seimbang dalam pertandingan tersebut.

Berrettini memanfaatkan bola-bola pendek pemain Argentina itu dengan baik. Tangan kanan Sua yang berat bekerja dengan sangat baik pada poin-poin yang menentukan. Servis, salah satu senjata utama pemain Italia, sangat menentukan dalam menutup set. Cerundolo bertarung hingga akhir, namun tidak menemukan celah yang cukup.

Permainan berlangsung dalam kondisi suhu sedang di Paris. Publik memenuhi tribun penonton dan memberikan dukungan kepada kedua pemain tersebut. Berrettini banyak merayakannya di akhir, menyadari pentingnya hasil bagi karirnya. Fans Italia yang hadir memberinya standing ovation.

Sirkuit bertahap Retorno meningkatkan ekspektasi

Berrettini berencana untuk menjaga momentum di turnamen tanah liat lainnya sebelum mengalihkan musim ke turnamen rumput. Wimbledon, di mana ia menjadi finalis pada tahun 2021, adalah salah satu goal of the year. Performa di Roland Garros akan membantu dalam menaikkan peringkat. Ele bisa kembali ke 50 besar jika terus melaju.

Tenis putra sedang melalui fase transisi. Com Sinner dan Alcaraz keluar lebih awal, braket membuka ruang untuk nama seperti Berrettini. Pelatih asal Italia itu memanfaatkan peluang tersebut dan kini memimpikan semifinal. Pertandingan berikutnya akan sangat penting untuk mengukur level mereka saat ini.

Lihat Juga