Pemerintah Indonesia membuka kembali Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta serta empat bandara lain pada tanggal 8 setelah sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau mereda. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan pembukaan kembali lima fasilitas penerbangan termasuk gerbang udara utama ibu kota setelah arah hembusan angin berhasil menyingkirkan sebaran material vulkanis pekat yang sempat melumpuhkan mobilitas ratusan ribu orang di berbagai rute penerbangan.
Kondisi operasional di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
Arus lalu lintas udara mulai berjalan kembali pada pagi hari di terminal utama Jakarta. Papan informasi keberangkatan masih menampilkan sejumlah jadwal penerbangan dengan status pembatalan. Rangkaian letusan yang bermula pada malam hari tanggal 4 di wilayah perairan tersebut memaksa penutupan delapan bandara serta mengacaukan perjalanan lebih dari 340 ribu penumpang.
Gunung Anak Krakatau yang berada di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra meletus sebanyak tiga kali pada pagi hari tanggal 8 menurut data badan pemantau vulkanologi Indonesia. Status aktivitas gunung berapi tersebut bertahan pada tingkat siaga.
Catatan sebaran abu vulkanis di Jawa dan Sumatra
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat pergerakan kolom abu vulkanis membubung tinggi ke atmosfer di sekitar kawasan selat.
- Ketinggian kolom abu vulkanis di wilayah Pulau Sumatra serta sebagian Provinsi Banten tercatat mencapai 15 ribu meter
- Ketinggian sebaran partikel abu di area Pulau Jawa terdeteksi membubung hingga 6 ribu meter
- Tingkat bahaya vulkanis bertahan pada level 3 dari skala peringatan yang memiliki empat tingkatan
Dampak erupsi terhadap aktivitas warga pesisir
Aktivitas masyarakat di sepanjang pesisir mengalami perubahan akibat erupsi beruntun tersebut. Para wisatawan berdatangan ke area pantai untuk menyaksikan pemandangan letusan serta mengabadikan gambar kepulan material dari kejauhan. Nelayan setempat memilih tidak melaut dan menghindari perairan di sekitar wilayah gunung.
Potensi kendala penerbangan lanjutan di wilayah terdampak
Pembukaan kembali terminal udara tetap disertai kewaspadaan tinggi dari otoritas perhubungan. Kemunculan letusan baru berpotensi memicu penutupan rute penerbangan lanjutan dengan mempertimbangkan ketinggian semburan abu serta pergeseran hembusan angin.
