Kejaksaan Superior Tribunal dari Justiça Desportiva (STJD) mencela Paulinho, penyerang Palmeiras, karena merayakan gol yang dicetak Sabtu lalu ke gawang Flamengo, di Maracanã. Peristiwa itu terjadi pada menit ke-49 babak kedua, saat sang pemain mencetak kemenangan 3-0 dan melakukan gestur yang dinilai tidak senonoh saat selebrasi.
Atlet tersebut masuk dalam pasal 258-A Código Brasileiro Justiça Desportiva (CBJD) yang mengatur tentang “memprovokasi masyarakat selama pertandingan”. Hukumannya dapat bervariasi dari 2 hingga 6 pertandingan skorsing, tergantung keputusan pengadilan. Tanggal persidangannya belum ditentukan, namun diperkirakan akan segera berlangsung.
Karakteristik Gesto dari penggemar terorganisir
Persoalan yang terungkap kejaksaan bukanlah permintaan diam yang dilakukan Paulinho, melainkan gerakan spesifik saat perayaan. Gestur tersebut merupakan ciri khas dari pendukung terorganisir Palmeiras dan Vasco dari Gama, klub tempat sang pemain menjadi terkenal di awal karir profesionalnya. Foto Registros menangkap momen yang tepat ketika Paulinho melakukan isyarat saat perayaan gol.
Keluhan tersebut menimbulkan pertanyaan berulang tentang batasan perayaan di pertandingan sepak bola. Enquanto beberapa gestur diperbolehkan, sebagian lagi dapat diartikan sebagai provokasi atau tidak menghormati lawan, sesuai peraturan CBJD.
Posicionamento dari presiden Palmeiras
Leila Pereira, presiden Palmeiras, secara terbuka mengambil sikap membela Paulinho. Durante pengundian Copa dari Brasil, sutradara berbicara kepada ge tv dan mengkritik ketelitian dalam analisis perayaan tersebut.
“Persoalan selebrasi ini jadi sangat menjengkelkan. Apakah atlet ketika mencetak gol harus meminta maaf? Ele melakukan selebrasi seperti yang sudah dilakukan beberapa atlet di stadion saya. Eu tidak melihat ada masalah. Foi menjalani pertandingan yang besar dan menegangkan. Não tidak melihat adanya masalah pada selebrasi Paulinho,” ujarnya.
Leila melanjutkan: “Saya akan membimbing diri saya sendiri saat mereka mencetak gol lagi, terutama melawan rival, Anda harus meminta maaf. Não memberikannya, benar. Futebol adalah hiburan.” Pernyataan tersebut mencerminkan rasa frustrasi terhadap interpretasi ketat otoritas olahraga terhadap perilaku di lapangan.
Contexto kemenangan Palmeira
Pertandingan antara Flamengo dan Palmeiras ditandai dengan intensitas, dengan tim São Paulo memaksakan dominasi taktis. Kemenangan 3-0 memperkuat performa bagus tim musim ini. Paulinho, yang mencetak salah satu gol, berpartisipasi aktif dalam penampilan ofensif Palmeiras.
Keluhan tersebut mewakili satu lagi kasus diskusi mengenai batasan antara selebrasi gol dan provokasi. Penafsiran Diferentes mengenai apa yang dimaksud dengan tindakan “cabul” atau “provokatif” terus menimbulkan perpecahan pendapat di kalangan manajer, pemain, dan analis sepak bola Brasil.
Pendisiplinan Processo sedang berlangsung
Prosedur terhadap Paulinho mengikuti prosedur regulasi STJD. Kantor kejaksaan mengajukan pengaduan resmi, dan sekarang pembela Palmeiras akan memiliki kesempatan untuk menyampaikan pembelaannya di depan persidangan. Pengadilan akan mendengarkan kedua belah pihak sebelum menjatuhkan hukuman.
Caso dihukum, Paulinho akan menghadapi skorsing yang dapat berdampak pada partisipasinya dalam kompetisi penting. Palmeiras mengikuti proses tersebut dan akan menggunakan struktur hukumnya untuk membela atlet. Keputusan pengadilan akan menjadi preseden penting untuk analisis perilaku serupa di pertandingan di masa depan.

