Para bangsawan merayakan tradisi Arthurian selama berabad-abad di Windsor dengan kostum bersejarah dan ritual abad pertengahan
Pada tanggal 15 Juni 2026, Pangeran William, pewaris takhta Inggris, menghadiri upacara tahunan Order of the Garter. Acara tersebut berlangsung di Kapel St. George yang bersejarah, yang terletak di Kastil Windsor yang megah, di Inggris.
Senin pagi lalu, benteng kuno Windsor menjadi tuan rumah salah satu ritual paling dihormati di Inggris, yang dikenal sebagai Hari Garter. Baik Raja Charles III, raja yang berkuasa, maupun putra sulungnya, Pangeran William, berparade dengan jubah beludru biru yang mewah dan topi bergaya Tudor, dihiasi bulu burung unta putih yang tebal.
Perayaan yang diadakan setiap tahun ini merupakan penghormatan kepada Order of the Garter, yang mewakili penghargaan tertinggi dalam kesatriaan Inggris. Ritualnya telah dipelihara dengan baik sejak abad ke-14, menghubungkan monarki saat ini dengan masa lalu yang jauh dan megah.
Pengaruh legenda Arthurian pada ksatria kerajaan
Kemegahan upacara ini berakar kuat pada narasi mitos Raja Arthur. Raja Edward III sendiri, menurut informasi di portal resmi keluarga kerajaan, terinspirasi dari kisah Arthur dan Ksatria Meja Bundar yang legendaris hingga mendirikan kelompok ksatrianya sendiri pada tahun 1348.
Kostum yang digunakan dalam upacara tersebut merupakan cerminan dari warisan abad pertengahan kuno ini, dengan menonjolkan topi beludru hitam yang menampilkan bulu burung unta dan bangau hitam sebagai hiasannya.
Partisipasi anggota keluarga dan dukungan tradisi
Meski tidak secara resmi bergabung dengan Ordo, Ratu Camilla dan Putri Wales, Kate Middleton, hadir untuk menghormati suami mereka. Kate terlihat tersenyum dan melambai saat mengikuti prosesi menuju Kapel St George.
Selain anggota keluarga langsung, nama lain seperti Putri Anne dan Pangeran Edward juga ikut serta dalam jalan khusyuk melintasi taman kastil.
Evolusi Ordo menuju pengakuan manfaat sipil
Ordo Garter berubah dari lingkaran terbatas pada aristokrasi menjadi kelompok yang menghormati pelayanan publik, melambangkan kemampuan monarki untuk menyesuaikan tradisi yang telah berusia berabad-abad. Saat ini, Ordo tersebut terdiri dari 24 ksatria dan wanita, serta anggota keluarga kerajaan itu sendiri dan raja dari negara lain.
Acara edisi tahun ini berlangsung hanya dua hari setelah parade ulang tahun tradisional raja, Trooping the Color, mengakhiri seminggu kegiatan bersejarah yang intens bagi Raja dan keluarganya.
















