Red Bull merencanakan tawaran jutaan dolar untuk mencegah Max Verstappen pergi dan menjamin dia bertahan di Formula 1
Sorotan dari Red Bull dan Max Verstappen mengadakan pertemuan panjang yang berlangsung kurang lebih dua jam, sesaat sebelum Grand Prix Formula 1 Barcelona. Inti diskusi, yang melibatkan pembalap, Raymond Vermeulen, Laurent Mekies, Chalerm Yoovidhya dan Oliver Mintzlaff, berkisar pada bertahannya juara empat kali itu bersama tim.
Informasi dari paddock menunjukkan bahwa perjanjian kontrak Verstappen mencakup ketentuan kepergiannya, tergantung pada performa kompetitif Red Bull. Untuk musim ini, penting bagi pembalap Belanda itu untuk mengamankan salah satu dari dua posisi teratas kejuaraan sebelum jeda pertengahan tahun.

Saat ini Max Verstappen menempati posisi ketujuh klasemen kejuaraan, dengan selisih 13 poin atas Oscar Piastri dan 101 poin dari pemuncak klasemen F1, Andrea Kimi Antonelli. Mengingat kurangnya empat balapan sebelum jeda Agustus, pemulihan signifikan dari pembalap Belanda tersebut tampaknya merupakan prospek yang menantang.
Ada indikasi Verstappen punya hak prerogratif untuk mengaktifkan klausul kontrak tersebut pada pertengahan Oktober, dengan memilih hengkang dari tim. Kemungkinan ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan manajer Red Bull, yang takut kehilangan pembalap utama mereka.
Tim Red Bull berupaya memastikan keberlangsungan Verstappen di Formula 1
Kepergian Verstappen pada akhirnya akan menjadi tantangan yang signifikan bagi tim, terutama mengingat kurangnya pengganti segera untuk juara empat kali itu dan tidak aktifnya pasar pembalap saat ini.
Manajer Max Verstappen menyatakan perlunya penyelesaian cepat, mungkin sebelum Agustus, terhadap situasi kontrak. “Kami berharap musyawarahnya segera selesai, sehingga semua orang bisa mengetahui keadaannya. Bisa ditentukan sebelum libur tengah tahun,” kata perwakilan tersebut.
Sebuah surat kabar Jerman menyatakan bahwa Red Bull sedang mempertimbangkan untuk “mengakuisisi” Verstappen untuk bertahan. Pemegang saham mayoritas, Chalerm Yoovidhya, akan bersedia membayar jutaan dolar sebagai kompensasi finansial kepada proyek percontohan tersebut, yang jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan juta euro.
Di sisi lain, Mateschitz dan Mintzlaff menunjukkan keengganan terhadap strategi ini, mendasarkan posisi mereka pada keyakinan bahwa tidak ada individu yang melampaui relevansi merek Red Bull, dan oleh karena itu, tidak seorang pun boleh menerima perlakuan berbeda.
















