Angkatan Udara AS secara resmi menerima Air Force One baru, pesawat yang disumbangkan Qatar kepada Donald Trump
Angkatan Udara Amerika Serikat meresmikan pengiriman pesawat yang akan bertindak sebagai Air Force One baru pada Jumat (19) ini. Pesawat tersebut, yang merupakan hadiah dari Qatar kepada mantan Presiden Donald Trump, akan menjadi alat transportasi utama bagi para pemimpin Amerika Utara.
Dalam keterangan resminya, Angkatan Udara AS mengonfirmasi bahwa model Jembatan VC-25B dimasukkan ke dalam Presidential Air Transport Group. Catatan tersebut menyoroti bahwa platform eksekutif, yang telah dimodifikasi dan aman, akan mulai menjalankan penerbangan setelah pengiriman berhasil.
Boeing 747 mewah ini disumbangkan oleh Qatar kepada Donald Trump pada Mei 2025. Penerimaan hadiah oleh presiden Amerika Serikat saat itu menimbulkan kontroversi, menimbulkan pertanyaan tentang etika para pemimpin menerima sumbangan dari negara asing, sebagaimana diatur dalam Konstitusi. Surat kabar New York Times melaporkan bahwa Trump terpesona “pada pandangan pertama” oleh pesawat tersebut.

Sebelum diserahkan ke TNI AU, pesawat tersebut menjalani proses kustomisasi dan mendapat pengecatan warna merah, putih, biru, dan emas. Selain itu, adaptasi ekstensif dilakukan untuk memenuhi persyaratan keamanan ketat yang diperlukan saat mengangkut presiden. Tujuannya agar kendaraan tersebut dapat berfungsi sebagai “Ruang Oval terbang”, yang mampu beroperasi berjam-jam, bahkan dalam skenario ekstrim seperti perang nuklir, dengan selalu bertujuan untuk melindungi kepala negara.
Angkatan Udara AS menegaskan kembali bahwa perangkat tersebut “aman, terlindungi dan dilengkapi dengan teknologi paling canggih” untuk memenuhi semua persyaratan misi kepresidenan.
Jumat ini, Donald Trump berada di Pangkalan Gabungan Andrews, tempat pesawat baru akan diparkir. Di depan pesawat, mantan presiden tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Emir Qatar, Tamim Al Thani.
Kontroversi konstitusional mengenai hadiah kepada presiden
Struktur dan karakteristik Air Force One model saat ini
Air Force One yang saat ini digunakan oleh kepresidenan Amerika adalah model 747-200B, juga diproduksi oleh Boeing. Pesawat ini dimodifikasi untuk memungkinkan pengisian bahan bakar dalam penerbangan dan menjamin otonomi yang lebih besar dalam perjalanan resmi.
Pabrikan sendiri menggambarkan pesawat itu sebagai “Ruang Oval Terbang”, dengan menonjolkan area internal seluas 370 meter persegi.
Perbedaan penting antara Air Force One dan Boeing 747 reguler mencakup sistem navigasi, elektronik, dan komunikasi mutakhir. Perbedaan penting lainnya adalah konfigurasi internal eksklusif, furnitur, dan penanganan bagasi yang sepenuhnya independen.
- Ruang untuk konferensi dan makan;
- Tempat pribadi untuk presiden dan ibu negara;
- Area kantor yang didedikasikan untuk karyawan;
- Kantor dokter yang dapat diubah menjadi unit perawatan intensif;
- Ruang kerja dan istirahat tim kepresidenan, wartawan dan anggota TNI AU;
- Dua dapur lengkap, mampu menyiapkan hingga 100 makanan secara bersamaan.
















