Tabrakan serius menyebabkan seorang pria lanjut usia terluka setelah pengemudi tanpa SIM mengacaukan pedal di Belo Horizonte
Seorang pria berusia 61 tahun mengalami luka serius saat ditabrak oleh kendaraan yang dokumentasinya tidak teratur dan dikemudikan oleh pengemudi yang tidak memiliki SIM, pada Rabu malam (17), di lingkungan Pongelupe, yang terletak di Wilayah Barreiro, di Belo Horizonte.
Insiden itu terekam kamera keamanan. Rekaman tersebut memperlihatkan mobil tersebut melaju kencang di jalan raya, berlari dan menyeret pejalan kaki yang sedang berjalan di trotoar. Dua orang lain yang berada di dekatnya memperhatikan mobil itu mendekat dan menghindari benturan selama sepersekian detik. Kendaraan baru berhenti setelah bertabrakan dengan sebuah properti.
Berdasarkan keterangan Polisi Militer, pengemudi berusia 23 tahun itu kehilangan kendali atas mobil matic tersebut karena mengaku bingung menginjak pedal rem dan pedal gas. Sebelum menabrak pejalan kaki, mobil tersebut sudah bertabrakan dengan kendaraan lain yang tidak bergerak, hal ini menjadi peringatan akan pentingnya pelatihan yang memadai, terutama bagi pengemudi yang belum berpengalaman dengan transmisi jenis ini.
Sesampainya di lokasi kejadian, polisi menemukan korban sudah diselamatkan oleh Mobile Emergency Care Service (Samu) yang telah membawanya ke Rumah Sakit João XXIII. Pria tersebut berada dalam kondisi serius, tidak sadarkan diri, dan memerlukan intervensi bedah segera.
Laporan polisi merinci bahwa wanita tersebut menyatakan bahwa dia memulai proses untuk mendapatkan SIM, tetapi tidak menyelesaikannya. Ia menjelaskan, ia meminta pemilik mobil untuk mengendarainya, karena temannya berkomentar bahwa mobil matic lebih mudah bermanuver.
Tak lama setelah tabrakan, orang-orang yang hadir di lokasi kejadian mulai bertanya kepada pengemudi tentang apa yang terjadi. Menurut PM, dia sempat absen sebentar, mengaku mendapat ancaman dari masyarakat, namun kemudian kembali dan menunggu kedatangan aparat kepolisian.
Pengemudi tersebut menjalani tes breathalyzer, dan hasilnya negatif untuk konsumsi alkohol.
Pemilik mobil berusia 35 tahun itu berada di kursi penumpang saat kecelakaan terjadi. Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia memberikan kunci kendaraan kepada wanita tersebut agar dia dapat mengendarainya di jalan umum, dan dia hadir sebagai pendamping.
Pakar Polisi Sipil berada di lokasi untuk melakukan survei. Selain mobil yang terlibat langsung, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan rusaknya sebuah klinik.
Pemilik properti yang terkena dampak melaporkan bahwa mobil tersebut bertabrakan dengan taman, menyebabkan retakan pada permukaan bagian dalam dan luar dinding, serta merusak pintu gerbang yang terkunci.
Polisi Militer melaporkan, baik pengemudi maupun pemilik kendaraan dibawa ke kantor polisi untuk memberikan keterangan, keduanya didampingi kuasa hukumnya.
Portal tersebut menunggu, hingga penutupan artikel ini, posisi dari Polisi Sipil terkait kasus tersebut.
















