Noa van der Bij, pacar Cody Gakpo, menunjukkan dukungannya mengenakan kaus Belanda bersama putranya di Piala Dunia 2026
Banyak penggemar sepak bola di seluruh dunia menyadari bahwa tim nasional Belanda mungkin telah melewatkan kesempatan unik untuk memenangkan Piala Dunia, terutama dengan pensiunnya atlet bersejarah seperti Arjen Robben dan Robin van Persie. Persepsi umum yang ada adalah “generasi emas” telah berlalu.
Meski demikian, tim yang dibawa Belanda ke Piala Dunia 2026 tetap memiliki skuad yang berkualitas. Dengan bek Virgil van Dijk, yang dianggap sebagai salah satu bek terbaik saat ini, dan penyerang berbakat seperti Cody Gakpo, pemain sayap kiri Liverpool, harapan kembali muncul.
Cody Gakpo perlu menunjukkan potensi penuhnya jika tim Belanda berharap bisa membuat kemajuan signifikan di kejuaraan tahun ini. Peluang krusial baginya untuk menonjol adalah dalam pertandingan Belanda melawan Swedia, yang dijadwalkan pada 20 Juni.
Meski Gakpo tidak dikenal karena konsistensi artistiknya di lapangan, kehidupan pribadinya tampak cukup stabil. Sang striker telah menjalin hubungan jangka panjang dengan model Belanda Noa van der Bij sejak tahun 2020. Stabilitas keluarga ini sering disebut oleh para pakar olahraga sebagai faktor penting dalam performa baik para atlet di bawah tekanan kuat kompetisi besar internasional.
Persatuan pasangan ini dikaruniai dengan kedatangan seorang putra, Samuël Seth Gakpo, yang lahir pada April 2024.
Sejak awal karir sepak bola profesionalnya, Van der Bij selalu hadir dan mendukung perjalanan Gakpo, termasuk menemaninya ke Amerika Serikat untuk menonton pertandingan Piala Dunia.
Dia secara terbuka memperkuat dukungan ini pada 19 Juni, dengan membagikan serangkaian foto di profil Instagram-nya. Dalam gambar tersebut, Noa mengenakan jersey oranye ikonik – dan sering diperdebatkan – milik tim nasional Belanda, dengan nomor punggung 11 Gakpo.
Selain itu, Samuël, putra pasangan tersebut, muncul di foto dengan miniatur kemeja oranye nomor 11, tetapi dengan tulisan “Ayah” tercetak di bagian belakang, bukan nama belakang ayahnya. Publikasi Van der Bij disertai dengan judul: “Minggu ke-2”.
















