Bentrokan bersenjata di Montreal menyebabkan tiga orang tewas, seorang petugas polisi dan seorang warga sipil termasuk di antara korban fatal, kata polisi
Insiden penembakan di sebuah kota di Montreal, Kanada, mengakibatkan tiga orang tewas pada Senin tanggal 22 lalu. Di antara korban fatal tersebut adalah anggota kepolisian, warga negara biasa, dan individu yang diidentifikasi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang berhasil dilumpuhkan selama intervensi pasukan keamanan.
Polisi setempat melaporkan bahwa petugas kedua terluka dan kondisi kesehatannya masih sulit. Insiden tersebut terjadi di daerah Côte-des-Neiges, sebuah sektor di Montreal yang terkenal dengan komunitas Yahudinya yang signifikan dan berbagai restoran serta perusahaan yang menjual produk halal, mengikuti standar diet Yudaisme yang ketat. Keunikan budaya dan komersial kawasan ini merupakan faktor yang berkontribusi terhadap identitasnya yang dinamis.
Dinas Kepolisian Kota Montreal (SPVM) mengumumkan menerima panggilan awal sekitar pukul 11.35 waktu setempat, memperingatkan adanya suara tembakan di kawasan itu.
Saat tim tiba di lokasi kejadian, petugas diserang dengan tembakan. Sekitar pukul 13.45 WIB, pihak korporasi membenarkan tewasnya salah satu anggotanya yang sedang bertugas. Selain itu, seorang warga sipil yang terkena tembakan tidak selamat. Penyerang, yang dicurigai melakukan penyerangan, dipukul dan meninggal di tempat kejadian selama operasi polisi untuk mengendalikan situasi.
















