Tim Prancis mengincar skor elastis melawan Irak untuk mengkonsolidasikan kepemimpinan grup di Piala Dunia dan mengalahkan Norwegia
Tim Prancis menghadapi Irak Selasa ini (22) dalam duel putaran kedua penyisihan grup Piala Dunia, mencari hasil yang lebih dari sekadar kemenangan sederhana. Tim, dengan bintang-bintang seperti Mbappé, Olise dan Dembelé, memiliki tujuan utama meraih kemenangan untuk memperkuat posisinya, mengingat kriteria tiebreak kompetisi.
Setelah memulai perjalanannya di turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Senegal, Prancis kini menghadapi tim Irak, yang baru saja kalah telak 4-1 dari Norwegia. Saat ini Norwegia yang dipimpin Erling Haaland unggul selisih gol (+3) dibandingkan Prancis (+2). Untuk menyamai atau mengungguli Norwegia dalam perebutan posisi teratas Grup I, tim yang dipimpin Didier Deschamps itu membutuhkan kemenangan dengan selisih yang lebar.
FIFA menetapkan konfrontasi langsung sebagai kriteria pertama untuk memutuskan hubungan di babak penyisihan grup edisi ini. Namun, Prancis dan Norwegia hanya akan bertemu di babak final dan, jika mereka memiliki poin yang sama, aturan head-to-head tidak akan langsung menghasilkan tiebreak jika pertandingan di antara mereka berakhir seri. Dalam situasi ini, selisih gol masing-masing negara menjadi kriteria kedua dan menentukan, yang menggarisbawahi pentingnya kemenangan telak atas Irak dalam pertandingan ini.
Skenario hipotetis menunjukkan bahwa, jika Prancis mencapai babak ketiga dan terakhir dengan selisih gol lebih baik daripada Norwegia, tim Deschamps dapat menjamin tempat pertama di grup bahkan dengan hasil imbang dalam head-to-head. Hal ini terjadi karena di akhir fase, kedua tim bisa finis dengan jumlah poin yang sama (misalnya masing-masing tujuh), namun Prancis akan diuntungkan berdasarkan selisih gol.
Penting untuk ditekankan bahwa proyeksi ini adalah salah satu dari beberapa kemungkinan. Pertama-tama, tim Prancis perlu memastikan tiga poin dalam pertandingan melawan Irak. Kombinasi hasil lainnya, seperti hasil imbang atau kemenangan Senegal atas Norwegia, bisa semakin mempermudah jalan Prancis menuju puncak grup, jika mereka meraih kemenangan melawan Irak.
Mengingat perbedaan level teknis antar regu, tim asuhan Mbappé diperkirakan akan mengumpulkan enam poin sebelum babak final, namun hal yang sama tentu tidak berlaku di Norwegia. Bentrokan Norwegia melawan Senegal menjanjikan akan seimbang dan hasilnya bisa berjalan baik.
Prancis, dengan memasuki lapangan sebelum rival mereka, memiliki peluang untuk membangun keunggulan selisih gol terbesar melawan Irak. Keberangkatan tim Prancis dijadwalkan pada pukul 18.00 (waktu Brasília), sedangkan pertandingan antara Norwegia dan Senegal akan berlangsung pada pukul 21.00 (juga waktu Brasília).
Untuk terus mengikuti perkembangan Piala Dunia, ikuti semua berita dan informasi relevan secara real time.
Simak di bawah ini rincian klasifikasi Grup I Piala Dunia setelah pertandingan putaran pertama:
- Norwegia: 3 poin, 1 pertandingan, 1 menang, 0 seri, 0 kalah, selisih gol +3
- Prancis: 3 poin, 1 pertandingan, 1 menang, 0 seri, 0 kalah, selisih gol +2
- Senegal: 0 poin, 1 pertandingan, 0 menang, 0 seri, 1 kalah, selisih gol -2
- Irak: 0 poin, 1 pertandingan, 0 menang, 0 seri, 1 kalah, selisih gol -3
Dalam momen perayaan Piala Dunia, atlet Prancis terlihat merayakan gol Barcola.
















