VAR menganulir gol Vinícius Júnior karena pelanggaran pada pertandingan antara Skotlandia dan Brasil di Piala Dunia 2026
Campuran emosi dan frustrasi dialami Brasil pada awal laga melawan Skotlandia di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026, di Miami. Pada menit ke-21 babak pertama, gol spektakuler Vinicius Junior dibatalkan setelah ditinjau Video Referee (VAR), skor tetap 0-0. Tindakan tegas tersebut mengubah laju permainan dan menghasilkan diskusi yang intens di tribun dan di antara para pemain.
Pertandingan yang menandai duel penting Grup C ini dimulai dengan tim Brasil berusaha memaksakan kecepatan mereka, sementara tim Skotlandia bertaruh pada soliditas pertahanan dan serangan balik. Ketegangan terlihat jelas di stadion Miami, dengan reaksi para penggemar terhadap setiap pertandingan dan, terutama, terhadap intervensi teknologi.
Gol Vinicius Junior dibatalkan VAR pada menit ke-21

Momen paling berkesan sejauh ini terjadi saat Vinicius Junior mencuri bola dari Hendry di tepi kotak penalti Skotlandia. Striker asal Brasil itu maju dengan cepat, menggiring bola melewati bek dan menyelesaikannya dengan rendah, menggetarkan gawang dan membuat penonton terbakar. Perayaannya berlangsung meriah, termasuk tarian terkenal Vini Jr di bendera pojok.
Namun, kegembiraan Brasil hanya berumur pendek. Wasit pertandingan, César Ramos, diperingatkan oleh VAR tentang kemungkinan adanya ketidakberesan di awal permainan. Setelah peninjauan menyeluruh di monitor lapangan, keputusan dibuat untuk membatalkan gol tersebut, dengan alasan kurangnya pemain nomor 7 tim Brasil di Hendry dalam perebutan bola menjelang finis.
Dampak psikologis dari keputusan VAR di awal pertandingan
Intervensi VAR dalam permainan modal tepat di awal pertandingan Piala Dunia dapat mempunyai beban psikologis yang cukup besar. Bagi tim Brasil, pembatalan gol oleh Vinicius Junior, salah satu pemain mereka yang paling menentukan, tidak hanya berarti hilangnya keunggulan di papan skor, tetapi juga merupakan pukulan terhadap kepercayaan diri dan momentum ofensif yang telah ditunjukkan tim. Ini adalah pengingat bahwa setiap kontak dan perebutan akan dianalisis di bawah kaca pembesar, memaksa atlet untuk bermain dengan presisi yang lebih tinggi. Kemampuan untuk bangkit kembali dengan cepat setelah kemunduran seperti ini akan sangat penting bagi kinerja Brasil setelah babak pertama dan, mungkin, kampanye turnamen mereka.
Para pendukung Brasil di tribun tidak luput dari kritik terhadap wasit, mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap keputusan tersebut. Episode ini menyoroti perdebatan terus-menerus tentang peran teknologi dalam sepak bola dan bagaimana hal itu memengaruhi dinamika tontonan, mengubah emosi dari sebuah gol menjadi momen penantian dan ketakutan.
Menit demi menit: ikuti momen krusial pertandingan
Liputan real-time Mix Vale menyoroti peristiwa utama babak pertama ini di Miami, yang terus sibuk dan tim mencari gol pertama.
- 06′ 1T:Casemiro mengambil risiko melepaskan tembakan kuat dari luar kotak penalti, namun bola mengenai tubuh Hendry, membelok jauh dari gawang.
- 21′ 1Q:Vinicius Junior mencetak gol untuk Brasil usai mencuri bola dari Hendry dan menyelesaikannya dengan presisi.
- 23′ 1T:Wasit César Ramos dipanggil untuk meninjau pergerakan Vini Jr di monitor VAR, memeriksa kemungkinan pelanggaran terhadap Hendry.
- 24′ 1T:Setelah ditinjau, gol tersebut resmi dianulir karena pelanggaran yang dilakukan penyerang asal Brasil tersebut.
- 24′ 1T:Istirahat hidrasi diberikan kepada para pemain, karena panas yang menyengat di Miami.
- 27′ 1T:Permainan dimulai ulang setelah gangguan singkat untuk hidrasi.
- 28′ 1T:Robertson mencoba untuk maju di sisi kiri untuk Skotlandia, tapi Rayan melakukan tekel bersih, mengirim bola melintasi garis tepi.
- 28′ 1T:Setelah sepak pojok Skotlandia, Gabriel Magalhães menyundulnya. Setelah itu, McGinn kembali memberikan umpan silang dan Paquetá berhasil menghilangkan bahaya dari area Brasil.
Keseimbangan taktis dan strategi awal di lapangan Miami
Hingga menit ke-29 babak pertama, pertandingan antara Skotlandia dan Brasil tetap menjaga keseimbangan taktis, kedua tim mencari peluang. Tim Brasil, di bawah komando Carlo Ancelotti, menggunakan formasi 4-3-3, mencoba memanfaatkan kecepatan para penyerangnya, seperti Vini Jr, dan kualitas passing para gelandangnya, seperti Casemiro dan Bruno Guimarães. Meski golnya dianulir, tim tetap menunjukkan inisiatif.
Di sisi lain, Skotlandia dengan formasi 4-5-1 yang dipimpin Steve Clarke fokus menutup ruang di lini tengah dan pertahanan, menggunakan kekuatan fisik untuk menahan serangan Brasil. Gerakan seperti tendangan sudut dan umpan silang dari McGinn dan Robertson menunjukkan niat Skotlandia untuk mengejutkan pertahanan lawan. Penghentian hidrasi pada menit ke-24 juga menjadi momen bagi para pelatih untuk menyesuaikan strateginya.
Liputan lengkap Mix Vale tentang Piala Dunia 2026
Ikuti terus semua pertandingan sepak bola terkini dengan liputan langsung menit demi menit dari portal berita Mix Vale! Menyusul pertandingan seperti Skotlandia x Brasil, dengan momen drama dan keputusan penting seperti VAR, memerlukan sumber informasi yang andal dan terkini. Di Mix Vale, penggemar dapat mengikuti permainan utama, gol, dan momen menentukan dari pertandingan terpenting secara real time, tanpa melewatkan detail apa pun. Selain narasi terperinci mengenai peristiwa di lapangan, platform ini menawarkan analisis dan komentar yang memperkaya pengalaman pembaca, menghubungkan fakta langsung dengan konteks kompetisi yang lebih luas. Agar tidak ketinggalan pembaruan apa pun dan memiliki akses eksklusif ke perkembangan setiap pertandingan, berlangganan notifikasi Mix Vale secara gratis dan terima berita secara instan, langsung di perangkat Anda. Jangan lewatkan detail apa pun tentang tim favorit Anda dan semua tim yang bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
Pertandingan berlanjut dengan skor tidak berubah menjadi 0-0 dan para pemain kembali ke lapangan dengan harapan bisa membuka skor sebelum jeda. Brasil akan berusaha mempertahankan tekanan ofensif, sementara Skotlandia akan berusaha memanfaatkan ruang yang ada untuk mengancam gawang Alisson. Beberapa menit berikutnya menjanjikan penentu dalam menentukan jalannya sisa babak pertama.
















