Julian Nagelsmann menyayangkan model Piala Dunia dan menunjukkan kerugian bagi tim Jerman
Julian Nagelsmann, pelatih Jerman, terang-terangan mengkritik kalender Piala Dunia, dengan menyatakan bahwa tim tersebut mendapat penalti meski memimpin Grup E. Pelatih menyoroti bahwa interval pendek antar pertandingan membebani komite teknis saat menganalisis lawan.
Tim Jerman mengamankan puncak Grup E lebih awal, setelah bangkit 2-1 melawan Pantai Gading di Toronto. Namun, kesuksesan awal ini membawa tantangan logistik yang kompleks untuk babak sistem gugur kompetisi.
Jerman akan bermain di Boston Senin depan, 29 Juni, melawan salah satu tim peringkat ketiga Grup A, B, C, D, atau F. Namun, lawan pastinya baru akan diketahui pada Sabtu malam, setelah berakhirnya babak penyisihan grup, sehingga mengurangi waktu persiapan panitia secara drastis.
Dampak terhadap strategi komite teknis
Keterlambatan dalam menentukan lawan menciptakan skenario yang menegangkan bagi tim, sehingga memerlukan persiapan yang dipercepat. Nagelsmann mengungkapkan ketidaksenangannya: “Saya rasa tidak ideal dihukum karena memenangkan grup. Jelas ada cara yang lebih baik daripada menganalisis video sepanjang malam di hari Sabtu untuk menampilkan lawan di hari Minggu.”
Untuk mengurangi dampak dari jadwal yang ketat, komite teknis Jerman menerapkan pemantauan preventif terhadap calon pesaing. Beberapa pertandingan dianalisis terlebih dahulu oleh departemen kepanduan untuk menghindari kejutan saat merencanakan babak sistem gugur.
Pelatih tim juara tiga kali itu merinci strateginya: “Kami membagi lawan yang paling mungkin. Saya menonton beberapa, dan begitu pula tim analisis kami. Kami sudah melihat tiga atau empat pertandingan dari setiap kemungkinan lawan. Kami bisa bekerja sampai nanti, itu tidak terlalu menjadi masalah.”

















