Kesepakatan LaMelo Ball dengan Timberwolves menggagalkan rencana Raptors setelah Charlotte Hornets menutup kesepakatan
Toronto Raptors telah menunjukkan kemajuan besar di musim 2025-26, berakhir dengan skor terhormat 46-36. Tim mengamankan tempat kelima di Wilayah Timur, kembali ke babak playoff untuk pertama kalinya sejak 2022, meski perjalanan mereka diganggu oleh Cleveland Cavaliers dalam tujuh pertandingan seri di babak pertama.
Dengan talenta-talenta mapan seperti Scottie Barnes, Brandon Ingram, dan Immanuel Quickley sudah menjadi bagian dari skuad, ekspektasi di seluruh liga adalah bahwa franchise Kanada akan secara aktif berupaya menambah pemain ofensif berkaliber tinggi lainnya selama periode transfer musim panas.
Sepanjang musim dan pramusim, nama Raptors kerap dikaitkan dengan beberapa bintang NBA, termasuk Giannis Antetokounmpo dan Ja Morant. Baru-baru ini, point guard Charlotte Hornets, LaMelo Ball, muncul sebagai target prioritas.
Perhatian seputar kemungkinan kepindahan LaMelo Ball ke Toronto semakin intensif pada Rabu lalu, ketika jurnalis terkenal seperti Marc Stein dan Jake Fischer mengumumkan bahwa Toronto Raptors dan Minnesota Timberwolves adalah pihak yang berkepentingan utama dalam bernegosiasi dengan mantan pemain All-Star tersebut.
LaMelo Ball dipandang sebagai bagian yang ideal untuk Raptors, terutama karena kurangnya kemampuan playmaking dan mencetak gol di perimeter. Visi lapangan dan kemampuannya dalam serangan posisi akan melengkapi bintang-bintang yang sudah ada.

Namun, perspektif ini dengan cepat berubah. Pada hari Kamis, Shams Charania dari ESPN melaporkan bahwa Charlotte Hornets telah menyelesaikan perdagangan LaMelo Ball dan Josh Green ke Minnesota Timberwolves. Sebagai imbalannya, Hornets akan menerima Naz Reid, pick putaran pertama tahun 2033 yang tidak terlindungi, tiga pick putaran pertama pada tahun 2028, 2029, dan 2030, ditambah tiga pick putaran kedua pada tahun 2029, 2032, dan 2033.
Kabar transfer tersebut merupakan pukulan telak bagi para penggemar Toronto Raptors, yang sudah melihat LaMelo Ball sebagai elemen transformatif bagi tim. Pada usia 24 tahun, Ball mencatatkan rata-rata impresif musim lalu, mencatatkan 20,1 poin, 7,1 assist, dan 4,8 rebound dalam 72 pertandingan, menandai salah satu periode paling konsisten dan produktif dalam kariernya. Gaya bermainnya yang dinamis, passing akurat, dan kekuatan mencetak gol yang kuat akan sangat cocok bersama Scottie Barnes dan Brandon Ingram, memberi Raptors playmaker tambahan yang sangat dibutuhkan dalam menyerang.
Mengingat skenario ini, Toronto Raptors sekarang perlu memfokuskan kembali upaya mereka dan mencari peluang lain di pasar untuk memperkuat skuad mereka sebelum dimulainya musim NBA berikutnya.
















