Konsumsi jeruk dapat menjadi faktor penting bagi kesehatan pernafasan, terutama karena tingginya konsentrasi vitamin C dan senyawa antioksidan lainnya. Penelitian ilmiah, yang dikutip oleh surat kabar Kolombia El Tiempo, menunjukkan adanya hubungan positif antara asupan teratur buah ini dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, meminimalkan peradangan pada saluran udara dan melindungi paru-paru dari efek berbahaya polutan.
Pakar kesehatan menjelaskan bahwa vitamin C sangat penting dalam memerangi stres oksidatif, suatu proses yang dipicu oleh aksi radikal bebas, yang dihasilkan oleh paparan polusi, asap rokok, dan partikel lain yang ada di udara. Oleh karena itu, mekanisme ini mungkin memainkan peran penting dalam menjaga sel paru-paru dan mengurangi proses inflamasi.
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Nottingham menyoroti bahwa vitamin C bertindak sebagai antioksidan kuat yang bermanfaat bagi fungsi paru-paru, terutama pada individu yang menderita penyakit pernafasan kronis, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (COPD).
Survei lain, yang diterbitkan dalam European Respiratory Journal, menunjukkan bahwa pola makan kaya buah jeruk dikaitkan dengan penurunan kejadian penyakit paru obstruktif pada orang lanjut usia, sehingga menyoroti pentingnya nutrisi untuk kesehatan paru-paru sepanjang hidup.
Membantu meringankan gejala saat pilek dan flu
Selain memberikan perlindungan pada paru-paru, vitamin C memainkan peran mendasar dalam produksi dan berfungsinya sel darah putih, sel yang bertanggung jawab untuk mempertahankan tubuh terhadap infeksi.
Sebuah analisis yang dilakukan oleh Universitas Helsinki menunjukkan bahwa, meskipun suplementasi vitamin C tidak secara signifikan mengurangi risiko terkena pilek secara keseluruhan, hal ini dapat membantu mengurangi durasi dan intensitas gejala. Penting untuk ditekankan bahwa nutrisi tersebut tidak menggantikan perawatan medis yang sudah ada dan juga tidak menawarkan pencegahan menyeluruh terhadap infeksi.
Para ahli kesehatan sangat menyarankan agar Anda mengutamakan konsumsi buah secara utuh, dibandingkan jusnya saja. Hal ini karena daging buah jeruk masih mengandung serat penting dan senyawa lain yang bermanfaat bagi tubuh, yang hilang dalam pengolahan jus.
Jeruk juga menawarkan manfaat bagi jantung dan kulit
Jeruk juga mengandung flavonoid, seperti hesperidin, zat yang dikaitkan dengan kesehatan jantung. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, seringnya mengonsumsi buah jeruk mungkin berhubungan dengan penurunan risiko stroke.
Selain itu, serat yang terdapat pada buah ini bermanfaat untuk mengontrol kadar kolesterol LDL yang dikenal dengan sebutan “kolesterol jahat”, sedangkan potasium berperan aktif dalam menjaga keseimbangan tekanan darah.
Vitamin C juga berpartisipasi dalam sintesis kolagen, protein penting untuk menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Selain itu, penelitian terbaru mengaitkan konsumsi makanan kaya antioksidan secara teratur dengan perlindungan kulit dari kerusakan akibat radiasi ultraviolet dan pencemaran lingkungan.
Berapa jumlah jeruk yang ideal untuk dikonsumsi?
Jumlah jeruk yang ideal untuk dikonsumsi setiap hari berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan masing-masing individu, menurut El Tiempo. Orang yang menderita penyakit ginjal, misalnya, harus mencari nasihat medis, karena kelebihan potasium bisa berbahaya dalam kasus ini.
Untuk masyarakat umum, para ahli menyarankan untuk memasukkan buah secara teratur ke dalam pola makan seimbang, memilih konsumsi segar. Bentuk konsumsi ini menjamin kelestarian serat dan nutrisi lainnya dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan bila buah dikonsumsi dalam bentuk jus. Penting untuk diingat bahwa meskipun jeruk berkontribusi terhadap kesehatan pernapasan dan imunologi, jeruk tidak boleh menggantikan vaksin, obat-obatan, atau perawatan lain yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan.
