Pengadilan Spanyol menjatuhkan hukuman 8 setengah tahun penjara kepada penyerang Rafa Mir karena penyerangan seksual dan kekerasan fisik
Pengadilan di wilayah Valencia, di Spanyol timur, pada Senin (15) ini memerintahkan hukuman delapan setengah tahun penjara terhadap striker Spanyol Rafa Mir. Hukuman itu dijatuhkan setelah sang pemain dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik.
Persoalan hak-hak perempuan telah mencapai tingkat yang sangat penting dan sensitif di seluruh Spanyol, terutama dalam dunia olahraga. Konteks ini semakin menguat setelah beberapa skandal yang melibatkan tokoh-tokoh sepak bola nasional menunjukkan semakin kerasnya sikap peradilan terhadap kasus-kasus tersebut, seiring dengan meningkatnya tuntutan masyarakat akan keadilan.
Di antara episode yang mendapat dampak publik terbesar, ciuman tanpa persetujuan yang diberikan mantan presiden federasi Spanyol, Luis Rubiales, kepada pemain Jenni Hermoso paling menonjol. Kasus terkenal lainnya adalah hukuman pemerkosaan terhadap mantan pemain Brasil Daniel Alves, yang bermain untuk Barcelona, meskipun hukumannya kemudian dibatalkan.
Perkembangan keluhan pelecehan seksual terhadap pemain
Mir ditahan pada September 2024 setelah seorang wanita mengajukan tuduhan pelecehan seksual terhadapnya. Pada saat penangkapan, pengacara atlet tersebut menyatakan bahwa tindakan seksual tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka dan kliennya dengan keras menolak semua tuduhan yang diajukan.
Berdasarkan putusan yang dikeluarkan, Rafa Mir dan pesepakbola lainnya bertemu dengan dua remaja putri di sebuah klub malam di Valencia. Rombongan kemudian mendatangi kediaman penyerang untuk melanjutkan perayaan. Di sana, menurut kesimpulan pengadilan, Mir melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu perempuan, pertama di kolam renang, lalu di salah satu kamar mandi rumah.
Keputusan yang diambil oleh pengadilan menekankan pentingnya koherensi dan keandalan kesaksian yang diberikan oleh korban. Narasi ini divalidasi oleh kesaksian dari orang-orang yang hadir dan juga oleh laporan para ahli yang terperinci, yang memperkuat tuduhan tersebut.
Wanita yang menjadi korban penyerangan tersebut harus menerima kompensasi senilai 64 ribu euro, yang setara dengan sekitar R$376 ribu dengan nilai tukar saat ini. Pengadilan juga mengklarifikasi bahwa hukuman yang dijatuhkan belum final dan ada kemungkinan pembelaan sang pemain akan mengajukan banding.
Saat ini Rafa Mir mengenakan seragam Elche, tim yang berlaga di LaLiga, divisi utama sepak bola Spanyol. Saat kejadian itu terjadi, pada 2024, sang penyerang masih terikat kontrak dengan Valencia, klub yang sudah enam kali menjuarai Liga Spanyol.
Pemain berusia 28 tahun itu juga pernah bermain untuk tim penting lainnya, seperti Wolverhampton dan Sevilla. Selanjutnya, Rafa Mir mewakili tim putra Spanyol di Olimpiade Tokyo yang digelar pada tahun 2020.
Klub Elche tidak segera menanggapi setelah dihubungi untuk mengomentari hukuman atletnya.
















