Pengunjung Mirante Dona Marta dikejutkan oleh tembakan dan terdampar di komunitas Santa Marta
Sekitar 60 orang, termasuk wisatawan dan pengunjung, menghadapi malam ketakutan di Mirante Dona Marta, di Botafogo, Zona Selatan Rio, Selasa (23) ini. Kelompok tersebut terjebak di tengah baku tembak sengit yang terjadi di komunitas Santa Marta, yang berdekatan dengan titik observasi terkenal tersebut.
Aksi dimulai sekitar pukul 04.00, saat petugas polisi sipil dari Rio de Janeiro memasuki lokasi. Operasi tersebut, yang disebut Containment, bertujuan untuk membendung kemajuan teritorial Comando Vermelho (CV) dan membongkar basis keuangan organisasi kriminal tersebut.
Ari Kaye, seorang fotografer yang hadir saat penggerebekan polisi, menggambarkan situasi tersebut sebagai salah satu situasi paling kejam yang pernah dia saksikan di wilayah tersebut.
Dikenal karena pemandangannya yang spektakuler, Mirante Dona Marta adalah salah satu tempat paling populer bagi pengunjung di ibu kota Rio de Janeiro, menawarkan pemandangan istimewa dari landmark seperti Christ the Redeemer, Sugarloaf Mountain, dan Guanabara Bay.
Ketika bentrokan dimulai, orang-orang yang ingin melihat pemandangan Rio terpaksa mencari perlindungan. Tembakan hebat bergema di beberapa bagian Botafogo, menimbulkan ketakutan di kalangan wisatawan dan penduduk lokal, dengan laporan adanya ledakan tambahan selama aksi tersebut.
🚨🚔🇧🇷 Operação Contenção mira avanço do CV no Santa Marta e desencadeia tiroteio em Botafogo
— Sputnik Brasil (@sputnik_brasil) June 23, 2026
👉 A Polícia Civil do Rio de Janeiro realizou nesta terça-feira (23) mais uma fase da Operação Contenção, voltada a frear a expansão territorial e a estrutura financeira do Comando… pic.twitter.com/Uw3Nb08LWF
“Kami mengamati banyak tembakan senapan, granat, bom, dan dua helikopter berpatroli di masyarakat di ketinggian rendah. Selama bertahun-tahun pengalaman saya, saya belum pernah menyaksikan sesuatu yang begitu intens,” kata Ari. Dia menambahkan bahwa “turis dari berbagai negara, seperti Argentina dan Chili, berada dalam keadaan putus asa. Ini adalah pengalaman yang sangat tidak menyenangkan bagi mereka yang tinggal di sini, perasaan tidak aman total.”
Pernyataan fotografer tersebut menggambarkan momen kepanikan di tempat wisata tersebut
Pada bulan April tahun ini, skenario serupa terjadi di Morro Dois Irmãos, di Vidigal, juga di Zona Selatan Rio, di mana lebih dari 200 wisatawan dilarang turun saat polisi melakukan penggerebekan di wilayah tersebut.
Tembakan tersebut terjadi ketika sekelompok pengunjung sedang menikmati matahari terbit, saat yang sangat diminati akan jalur menuju puncak bukit.
















