Setelah berbulan-bulan spekulasi dan serangkaian bocoran, Valve akhirnya merilis harga Steam Machine, konsol desktop berbasis Linux, yang juga beroperasi sebagai komputer pribadi.
Biaya akhir konsol, seperti yang diperkirakan di tengah krisis komponen, meningkat secara signifikan, mencapai US$1.049 (kira-kira R$5.403,82 dengan harga saat ini) untuk versi dengan penyimpanan 512 GB. Nilai ini secara langsung mencerminkan kekurangan memori global dan kenaikan harga semikonduktor, yang merupakan faktor-faktor yang memberikan tekanan pada harga di industri elektronik.
Bersamaan dengan pengumuman nilainya, Valve juga mengonfirmasi dimulainya periode reservasi Mesin Steam secara langsung melalui platform Steam. Perusahaan menerapkan antrian pembelian acak, sebuah taktik yang telah berhasil digunakan pada peluncuran Steam Deck untuk mengurangi tindakan bot dan pengecer.
Harga $1.049 hanya mencakup Mesin Steam yang dilengkapi dengan SSD NVMe 512GB. Bagi konsumen yang tertarik membeli Steam Controller secara bersamaan, harganya naik menjadi US$1.128 (sekitar R$5.809,76). Dibeli secara terpisah, kontrolnya berharga US$99, menjadikan paket ini alternatif yang sedikit lebih menguntungkan.
Bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas lebih besar, Valve akan menyediakan edisi dengan SSD NVMe 2 TB. Dalam hal ini harganya mencapai US$1.349, dan paket yang menyertakan Steam Controller mencapai US$1.428. Pembeda versi ini adalah dimasukkannya dua pelat dekoratif tambahan, yang memungkinkan penyesuaian visual perangkat yang lebih baik.
Meski harganya terbilang mahal dibandingkan konsol video game tradisional seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X, Steam Machine membedakan dirinya karena usulannya. Valve memposisikan produknya sebagai komputer gaming kompak yang mampu menjalankan game PC tanpa memerlukan tower konvensional yang memakan banyak ruang di dalam ruangan.
Namun, nilai yang ditetapkan dapat menjadi penghalang bagi banyak pembeli potensial. Apresiasi komponen baru-baru ini, terutama komponen kenangan, merupakan faktor penting dalam meningkatkan harga produk dan berdampak pada ketersediaan awal unit di pasar.
Menurut Valve, sistem reservasi akan dapat diakses hingga 25 Juni untuk membentuk kelompok pembeli pertama. Setelah tanggal tersebut, peserta akan dipilih melalui pengundian, menerima undangan untuk menyelesaikan pembelian atau dimasukkan dalam daftar tunggu.
Perusahaan juga menyadari bahwa kekurangan memori global secara langsung mempengaruhi kapasitas produksi. Akibatnya, tidak ada jaminan mengenai volume unit yang akan tersedia pada saat peluncuran, sebuah skenario yang dapat mengakibatkan antrian lebih panjang dari yang diperkirakan konsumen.
Detail teknis lengkap dari Mesin Uap Valve
- Unit Pemrosesan Pusat (CPU): AMD semi-customized dengan arsitektur Zen 4, dengan 6 core dan 12 thread, frekuensi hingga 4,8 GHz dan TDP 30 W.
- Unit Pemrosesan Grafis (GPU): AMD semi-kustomisasi dengan arsitektur RDNA 3, menampilkan 28 unit komputasi, frekuensi hingga 2,45 GHz dan TDP 110 W.
- Konfigurasi memori: Termasuk RAM DDR5 16 GB dan VRAM GDDR6 8 GB.
- Opsi Penyimpanan: Tersedia dengan NVMe SSD 512 GB atau NVMe SSD 2 TB, keduanya versi dengan slot kartu microSD berkecepatan tinggi.
- Detail Konektivitas: Menawarkan Wi-Fi 6E 2×2, Bluetooth 5.3, adaptor nirkabel 2.4GHz internal untuk Steam Controller, dan port Gigabit Ethernet.
- Berbagai port: Termasuk 2x USB-A 3.2 Gen 1 depan, 2x USB-A 2.0 belakang, 1x USB-C 3.2 Gen 2 belakang, DisplayPort 1.4 dengan dukungan hingga 4K pada 240 Hz atau 8K pada 60 Hz, dan HDMI 2.0 dengan dukungan hingga 4K pada 120 Hz.
- Fitur tambahan: Dukungan untuk HDR, AMD FreeSync, daisy-chain melalui DisplayPort, CEC melalui HDMI dan sebuah bar dengan 17 LED RGB yang dapat dialamatkan secara individual.
- Sistem operasi: Menggunakan SteamOS 3 berdasarkan Arch Linux, dengan lingkungan grafis KDE Plasma.
- Pengukuran dan berat konsol: Memiliki dimensi 156 x 152 x 162.4 mm, dengan tinggi 148 mm tanpa alas, dan berat total 2.6 kg.

