Penelitian menunjukkan bahwa meminum satu gelas wine saja dapat menimbulkan risiko kesehatan

Taça de vinho tinto

Taça de vinho tinto - il21/shutterstock.com

Ilmu pengetahuan telah memperingatkan dengan semakin hati-hati bahwa konsumsi minuman beralkohol, seperti anggur merah, bahkan dalam jumlah kecil, dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Zat utama yang bertanggung jawab atas efek ini adalah etanol, komponen alkohol yang mampu menyebabkan kerusakan langsung pada DNA. Berdasarkan temuan ini, tidak ada minuman beralkohol yang dapat dianggap benar-benar aman atau “tidak berbahaya” jika fokusnya adalah pada pencegahan penyakit.

Penelitian terbaru menunjukkan hubungan yang kuat antara asupan alkohol dan munculnya beberapa jenis kanker, termasuk kanker mulut, faring, laring, kerongkongan, hati, payudara pada wanita, dan kanker kolorektal. Telah diamati bahwa kemungkinan terserang penyakit-penyakit ini meningkat secara proporsional dengan jumlah alkohol yang dikonsumsi, namun penting untuk digarisbawahi bahwa bahayanya dapat muncul bahkan pada tingkat yang dianggap ringan, seperti kebiasaan minum segelas anggur sehari.

Keyakinan lama bahwa segelas anggur merah setiap hari akan bermanfaat bagi jantung telah dibantah oleh penyelidikan ilmiah terbaru. Banyak efek positif yang sebelumnya dikaitkan dengan anggur sebenarnya lebih terkait dengan gaya hidup sehat individu yang mengonsumsinya dalam jumlah sedang, dibandingkan minuman itu sendiri. Pada saat yang sama, meminum alkohol justru dapat memperburuk kemungkinan timbulnya masalah kardiovaskular.

Perbedaan metabolisme wanita dan sumber etanol lainnya

Wanita memproses alkohol secara berbeda dibandingkan pria, yang seringkali menghasilkan konsentrasi darah yang lebih tinggi setelah meminum jumlah yang sama. Kekhususan fisiologis ini membuat mereka lebih rentan terhadap kondisi seperti penyakit hati, komplikasi kardiovaskular, kehilangan ingatan dan beberapa jenis kanker, terutama kanker payudara. Selain itu, penting untuk mewaspadai sumber etanol lainnya: memasak dengan api tidak selalu menghilangkan seluruh alkohol, dan bahkan bir yang diberi label “bebas alkohol” mungkin hanya mengandung sedikit residu zat tersebut, sehingga memperkuat pentingnya membaca label dengan cermat.

Anggur – il21/ shutterstock.com

Lihat Juga