Konsep Callum Designs merevitalisasi Jaguar XJ220 dari tahun 90-an dan mempertanyakan arah estetika merek Inggris

Jaguar XJ220

Jaguar XJ220 - STR Gallery/Shutterstock.com

Mobil sport super Jaguar XJ220, ikon otomotif, kembali menjadi perdebatan di kancah desain dengan peluncuran konsep yang belum pernah terjadi sebelumnya. Proyek ini dikembangkan oleh Callum Designs, sebuah studio berpengaruh yang didirikan bersama oleh mantan direktur desain Jaguar dan Aston Martin Ian Callum.

Karya baru ini mengusulkan interpretasi modern terhadap kendaraan klasik tahun 1990-an, mengadaptasi garis khasnya dengan estetika kontemporer. Kebutuhan akan desain ulang datang pada saat yang penuh tantangan bagi pabrikan asal Inggris tersebut, yang telah menghadapi kritik signifikan terkait dengan reposisi merek baru-baru ini dan perubahan drastis pada identitas visualnya, dalam upaya menuju elektrifikasi dan segmen kemewahan ekstrem.

XJ220 asli mendapatkan tempatnya dalam sejarah dengan menjadi mobil produksi tercepat di dunia pada tahun 1990-an, mencapai kecepatan mengesankan 350 km/jam. Awalnya, model ini disusun sebagai inisiatif paralel oleh para insinyur Jaguar, dengan mesin V12 dan penggerak semua roda. Namun versi produksi seri terakhir mencapai pasar dengan mesin V6 3,5 liter twin-turbo, penggerak roda belakang dan produksi terbatas hanya 281 unit.

Dalam penafsiran ulang yang disusun oleh tim Ian Callum, XJ220 baru mengucapkan selamat tinggal pada fitur-fitur simbolik, seperti lampu depan yang dapat dibuka, dan menggabungkan bodi dengan bentuk yang lebih ramping, spatbor yang menonjol, dan sistem pencahayaan LED sepenuhnya.

Jaguar XJ220 – Galeri STR/Shutterstock.com

Tujuan utama studio ini terletak pada menjaga esensi kendaraan aslinya sekaligus memperbarui penampilannya sesuai standar industri otomotif saat ini. Selain merayakan salah satu mobil Jaguar yang paling berkesan, konsep ini juga berfungsi sebagai kritik langsung terhadap arah strategis terbaru pabrikan mobil tersebut.

Ian Callum telah secara terbuka mengungkapkan visinya, menggambarkan arah estetika baru merek tersebut sebagai sesuatu yang berani, namun dengan alasan bahwa hal tersebut telah mengorbankan salah satu atribut paling mendasar dari model Jaguar: keanggunan. Oleh karena itu, proyek inovatif ini memperkuat keyakinan bahwa meninjau kembali masa lalu dapat menjadi strategi yang efektif untuk menghubungkan kembali merek tersebut dengan kekayaan warisan dan pengagum setianya.

Lihat Juga