Pasangan sosialita yang memiliki ikatan kuat dengan komunitas seni San Francisco Bay Area ditemukan tak bernyawa di dalam kendaraan mereka di jalan raya antar negara bagian di California Utara. Judith dan Wylie Sheldon, tokoh yang terkenal dengan dukungan budayanya, sedang dalam perjalanan ketika jenazah mereka ditemukan oleh pihak berwenang.
Identifikasi jenazah Judith Sheldon, 84, dan suaminya Wylie Sheldon, 86, terjadi pada 15 Juni 2026. Seorang petugas patroli melihat Jeep Compass pasangan itu diparkir di bahu I-5, dekat Danau Shasta, sekitar pukul 17:45.
Saat petugas mendekati kendaraan tersebut, dia melihat mesinnya masih hidup. Namun pasangan itu tidak menanggapi stimulus apa pun. Petugas lain dipanggil untuk memberikan bantuan, namun keduanya dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Latar Belakang Keluarga Judith Sheldon
Karier Judith Sheldon memiliki warisan keluarga yang menonjol di dunia perfilman. Lahir di Los Angeles pada tahun 1942, ia adalah putri dari Margaret Tallichet, seorang aktris yang bersinar dalam film tahun 1940-an seperti “Stranger on the Third Floor” dan “It Started With Eve”.
Ayahnya, William Wyler, adalah seorang sutradara terkenal yang memenangkan tiga Oscar, termasuk Sutradara Terbaik untuk “Ben-Hur”. Warisan sinematografi ini menambah lapisan ketertarikan pada kehidupan pasangan yang menjadi figur tawanan di acara-acara budaya.
Keterlibatan budaya dan akademis pasangan ini
Kedua Sheldon adalah lulusan Universitas Stanford, dengan Wylie memperoleh gelar sarjana hukum dan berpraktik hukum hingga tahun 2008. Mereka telah lama tinggal di lingkungan Pacific Heights di San Francisco, di mana mereka dikenal karena membuka pintu rumah mereka untuk seniman yang berkunjung di Festival Film Bisu San Francisco.
Duo ini dikenal karena dukungan mereka yang kuat terhadap seni dan budaya kota, mendukung institusi seperti San Francisco Opera dan San Francisco Performances. Judith bahkan menjabat sebagai salah satu ketua gala pada tahun 2022 untuk salah satu organisasi ini, memperkuat peran aktifnya dalam kancah budaya lokal.
Hipotesis awal dan penelitian yang sedang berlangsung
Analisis awal pihak berwenang tidak menunjukkan terjadinya kejahatan. Menurut laporan, suhu di wilayah tersebut mencapai sekitar 42 derajat Celcius (109 Fahrenheit) pada hari itu, salah satu suhu tertinggi tahun ini, yang dianggap sebagai salah satu faktor penyebab kematian.
Penyebab dan cara pasti kematiannya masih menunggu hasil otopsi yang akan menentukan detail kejadiannya. Insiden ini masih dalam penyelidikan aktif oleh pihak berwenang yang berupaya mengklarifikasi semua aspek dari penemuan tragis tersebut.

