Perilisan ulang Avengers: Endgame menghadirkan adegan baru dan format Infinity Vision untuk terhubung dengan ‘Apocalypse’
Produksi film “Avengers: Endgame” mencapai dampak yang mengesankan di bioskop setelah dirilis pada tahun 2019. Dengan box office global hampir 2,8 miliar dolar, karya tersebut menjadikan dirinya sebagai salah satu kesuksesan komersial terbesar dalam sejarah. Lebih dari tujuh tahun setelah rilis awal, Disney dan Marvel Studios sedang mempersiapkan kembalinya grand final Infinity Saga ke bioskop, kini menghadirkan versi dengan pendekatan yang sepenuhnya baru.
Awalnya terungkap pada akhir tahun 2025 dan dikonfirmasi secara resmi di CinemaCon 2026, rilis baru ini telah memicu ekspektasi yang sangat besar. Antisipasi tersebut karena adanya janji materi tambahan yang akan langsung terhubung ke babak selanjutnya dari narasi Marvel Cinematic Universe. Pengungkapan ini menunjukkan bahwa inisiatif ini lebih dari sekedar daya tarik nostalgia, menjadi sebuah gerakan dengan implikasi narasi otentik dan menjadi salah satu acara Marvel yang paling dinantikan dalam waktu yang lama.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa Disney berencana untuk secara resmi mengganti nama rilis ulang tersebut menjadi “Avengers: Endgame Encore”. Perubahan ini selaras dengan perspektif baru film tersebut, yang akan menyertakan pembukaan yang disesuaikan dengan format Infinity Vision inovatif Disney. Selain itu, judul ini akan menampilkan adegan tambahan dan rangkaian pasca-kredit yang unik, eksklusif untuk proyeksi Infinity Vision dan IMAX. Pengumuman ini dibuat selama CineEurope, di Barcelona, di mana perusahaan secara resmi memperkenalkan Infinity Vision kepada kolaborator pamerannya. Untuk mendapatkan sertifikasi, diperlukan layar dengan lebar minimal 13,7 meter, sistem audio imersif mirip Dolby Atmos atau 7.1, dan kecerahan 14 footlambert dalam tampilan 2D.
Selain kualitas presentasi yang unggul, yang sebenarnya menjadi pemicu perilisan ulang “Encore” adalah visi kreatif sutradara di balik sisipan baru tersebut. Dalam pidatonya di Sands Film Festival, sutradara Joe Russo menekankan relevansi rilisan baru ini. Dia meyakinkan bahwa edisi yang disempurnakan dari “Endgame” berfungsi sebagai “kisah pelengkap yang penting”, yang menetapkan panggung untuk film fitur kelima dalam franchise Avengers, dan menegaskan bahwa bagian-bagian yang diatur dalam narasi “Apocalypse” diintegrasikan langsung ke dalam “Avengers: Endgame”. Dia juga menggambarkan pengalaman tersebut sebagai kesempatan untuk “menjalin hubungan antara Endgame dan Apocalypse dengan cara yang benar-benar orisinal”.
Kehadiran format Infinity Vision memiliki urgensi strategis yang lebih besar, terutama mengingat IMAX telah mendapatkan hak istimewa pemutaran film “Dune: Part 3”, yang dijadwalkan tayang pada hari yang sama dengan “Apocalypse” pada bulan Desember. Perselisihan langsung ini membuat produksi paling signifikan Marvel tahun ini tanpa dukungan tradisional dari merek IMAX, memposisikan Infinity Vision sebagai alternatif dan pilar penting bagi strategi rilis Disney. Lebih dari 7.500 bioskop telah menunjukkan minatnya dengan meminta sertifikasi Infinity Vision untuk penayangan perdananya di bulan September, yang menunjukkan semakin besarnya penerimaan dan perluasan standar baru ini di pasar pameran bioskop.
Dugaan pemirsa sebagian besar berkisar pada terungkapnya perjalanan temporal Avengers dan pilihan Steve Rogers untuk tetap berada di masa lalu bersama Peggy Carter. Peristiwa-peristiwa ini dipandang sebagai titik sentral dari materi baru ini, mengingat bagaimana manipulasi waktu seperti itu dapat secara langsung berdampak pada skenario multiverse kacau yang diperkirakan akan terjadi pada “Doomsday”. Dengan kembalinya Russo bersaudara untuk mengarahkan kedua produksi tersebut, keterkaitan antara kedua film tersebut menunjukkan adanya rancangan yang disengaja.
Penayangan perdana dunia “Avengers: Endgame – Part 2” dijadwalkan pada tanggal 25 September, dan “Avengers: The World’s End” akan tayang kemudian pada tanggal 18 Desember.
















