Pihak berwenang Freiburg kembali mendeteksi kumbang Jepang dan memperkuat kewaspadaan terhadap tanaman

besouro japones

besouro japones - Sheri Lefty/Shutterstock.com

Catatan baru mengenai kumbang Jepang telah dikonfirmasi dalam perangkap yang dipasang di kota Freiburg, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani setempat. Temuan yang dirilis oleh Pusat Teknologi Pertanian Augustenberg (LTZ) ini menunjukkan adanya kembali hama di wilayah tersebut, meskipun tanpa adanya perubahan langsung di wilayah pengendalian.

Empat spesimen serangga invasif diidentifikasi dalam perangkap feromon di kota Jerman, menjadikannya penampakan pertama tahun ini. Informasi yang datang dari LTZ di Karlsruhe menunjukkan bahwa lokasi kumbang berada dalam zona yang sama yang telah dibatasi tahun sebelumnya, sehingga untuk saat ini mencegah perluasan area infestasi.

Tindakan ketat diterapkan untuk mengendalikan hama di daerah yang terkena dampak

Tahun sebelumnya, tim perlindungan tanaman Freiburg mencatat penangkapan 31 ekor kumbang Jepang. Mengingat kejadian ini, otoritas distrik Breisgau-Hochschwarzwald dan Emmendingen mengeluarkan peraturan bersama dengan pembatasan.

Pada periode aktivitas penerbangan serangga yang terjadi pada bulan Juni hingga September, terdapat serangkaian larangan yang berlaku. Irigasi halaman rumput di area yang dibatasi dilarang, dan sisa tanaman harus digiling sebelum dikeluarkan dari perimeter. Undang-undang tersebut juga mencegah pengangkutan lapisan tanah atas dari lokasi konstruksi di luar zona pembatasan, untuk mencegah penyebaran larva kumbang.

Kumbang Jepang – Rimantas A/Shutterstock.com

Mengingat mobilisasi melawan wabah pada tahun-tahun sebelumnya

Laporan sebelumnya menyoroti operasi “Perburuan Kumbang Jepang” di Baden-Württemberg, yang menunjukkan kepedulian historis terhadap spesies tersebut.

Liputan berita tentang topik tersebut umumnya berlangsung sekitar dua menit, menyoroti kepentingan publik.

Ancaman nyata terhadap tanaman: kerusakan yang disebabkan oleh hama Popillia japonica

Berasal dari Asia, kumbang Jepang (Popillia japonica) dikenal karena kemampuannya menginfestasi berbagai spesies tumbuhan, melebihi 400, seperti yang dijelaskan secara rinci oleh LTZ. Kehadirannya menimbulkan risiko besar terhadap perkebunan buah-buahan, tanaman merambat, ladang jagung, serta tanaman hias seperti semak mawar dan pepohonan seperti pohon jeruk nipis dan hazel. Infestasi yang intens dapat menyebabkan kerugian ekonomi dalam skala besar di sektor pertanian dan hortikultura.

Bagi para ahli, identifikasi dini kumbang Jepang sangatlah penting, sehingga meningkatkan prospek pemberantasan total spesies tersebut. Intensifikasi pengawasan sangat penting dilakukan terutama di awal masa liburan. Serangga tersebut dapat secara tidak sengaja dibawa oleh manusia dalam barang-barang pribadi seperti koper dan kendaraan. Oleh karena itu, disarankan agar wisatawan memeriksa secara menyeluruh koper, mobil, dan perlengkapan berkemah saat kembali ke rumah. Para ahli menyarankan untuk menghindari pengangkutan tanaman, tanah atau benih, terutama setelah kunjungan ke Italia utara dan Swiss selatan, untuk mencegah penyebaran kumbang.

Lihat Juga