Sepasang suami istri dari Ceará kehilangan nyawa setelah kendaraan yang mereka tumpangi jatuh dari Jembatan Joatinga, jatuh ke laut di wilayah Barra da Tijuca, di Rio de Janeiro. Peristiwa yang terjadi Rabu malam (24) lalu menyebabkan truk terendam seluruhnya.
Para korban diidentifikasi sebagai Jailton Rodrigues da Silva, berusia 45 tahun, dikenal sebagai “Jota”, lahir di Tamboril, dan Maria Cecília Ribeiro Sampaio, berusia 30 tahun, lahir di Boa Viagem. Kedua kota tersebut berada di pedalaman negara bagian Ceará.
Salah satu tim penyelamat yang terlibat dalam perawatan melaporkan, setibanya di lokasi kecelakaan, petugas menemukan penumpang masih terjebak di dalam mobil.
Operasi penyelamatan ini sangat menantang karena para korban berada di dalam kendaraan yang terendam air dan dalam kegelapan malam. Kondisi seperti ini secara signifikan mempersulit tindakan penyelamatan di lingkungan perairan.
Setelah dikeluarkan dari air, Jailton dan Maria Cecília dibawa ke Rumah Sakit Kota Lourenço Jorge. Pria tersebut tiba di unit dalam keadaan meninggal, sedangkan Maria Cecília dirawat di Intensive Care Center (CTI), di mana dia meninggal Jumat pagi ini (26).
Polisi Sipil Rio de Janeiro melaporkan bahwa penyebab kecelakaan fatal tersebut sedang diselidiki. Kasus ini sedang diselidiki oleh Kepolisian Distrik 16 yang berlokasi di Barra da Tijuca.
Korporasi menyatakan bahwa agennya mengambil langkah-langkah untuk mengklarifikasi semua rincian fakta yang mengakibatkan tragedi tersebut.
Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu dikeluarkan dari air pada hari Kamis, dengan bantuan winch, yang mengangkat truk tersebut ke jalan.
Ungkapan kesedihan atas kehilangan pasangan
Sebelum kematian Maria Cecília, saudara perempuannya, profesor Débora Ribeiro, telah membuat postingan di jejaring sosial meminta doa untuk kesembuhan wanita muda tersebut.
Setelah konfirmasi sedih atas kematiannya, Débora menyampaikan pesan penghormatan dan belasungkawa yang dikirimkan oleh keluarga dan teman Maria Cecília, yang meninggalkan seorang putra berusia tiga tahun.
Sekolah Adília Maria, tempat Débora bekerja, mengeluarkan surat belasungkawa atas meninggalnya saudara perempuan guru tersebut.
Dalam pesannya, lembaga tersebut menyatakan: “Dengan sangat sedih kami menerima berita meninggalnya Maria Cecília Ribeiro Sampaio, saudara perempuan guru kami Débora. Kami menyampaikan belasungkawa yang paling tulus kepada keluarga dan teman-temannya, berharap mereka akan menemukan kenyamanan dalam mengatasi kehilangan besar ini.”
Keluarga Cecília tinggal di distrik Guia, sekitar 39 kilometer dari markas Boa Viagem. Paroki Nossa Senhora da Guia juga memberikan penghormatan, menyampaikan pendapatnya atas kematian wanita senegaranya.
Paroki di distrik Guia menerbitkan: “Semoga Kristus yang Bangkit, harapan kami, menyambut Maria Cecília dalam belas kasihan-Nya yang tak terbatas dan menganugerahkan kekuatan iman dan doa kepada keluarga dan teman-temannya.”

