Manchester City meresmikan kedatangan Elliot Anderson seharga R$795 juta, nilai bersejarah bagi pemain Inggris di era pasca-Guardiola
Manchester City menyelesaikan kesepakatan untuk mengakuisisi gelandang Elliot Anderson, yang saat ini bermain untuk Nottingham Forest. Informasi mengenai transfer tersebut dikonfirmasi melalui investigasi ESPN.
Pemain asal Inggris yang menjadi anggota timnas asuhan Thomas Tuchel untuk Piala Dunia itu bersiap bergabung dengan skuad di Etihad Stadium. Langkah tersebut merupakan jumlah bersejarah bagi pesepakbola Inggris.
Sumber yang terhubung dengan klub menunjukkan bahwa jumlah negosiasi adalah 116 juta pound (setara dengan sekitar R$795 juta), tanpa termasuk bonus kinerja. Nilai tersebut sedikit lebih rendah dari rekor absolut sebesar 125 juta pound (R$856,75 juta) yang dibayarkan Liverpool kepada Newcastle musim lalu, untuk penandatanganan Alexander Isak.
Namun, Elliot Anderson akan melampaui rekor sebelumnya yang diraih atlet asal Inggris, yakni milik Declan Rice, yang diakuisisi Arsenal dari West Ham seharga 105 juta poundsterling pada 2023. Apalagi, transaksi ini menjadi rekor baru bagi Manchester City sendiri, melampaui 100 juta poundsterling yang dikeluarkan Jack Grealish pada 2021.
Tim Manchester memilih Anderson sebagai prioritas di musim panas, menyelesaikan kesepakatan setelah dua tawaran awal ditolak. Sang pemain harus menjalani pemeriksaan kesehatan di Amerika Serikat, di mana ia saat ini berkonsentrasi bersama tim Inggris untuk pertandingan penentuan melawan Panama, Sabtu (27) ini, di babak final penyisihan grup Piala Dunia.
Pada usia 23 tahun, sang gelandang mewakili akuisisi besar pertama City sejak kepergian Pep Guardiola dari kepelatihan. Ada ekspektasi bahwa Enzo Maresca, mantan pelatih Chelsea, akan segera diresmikan sebagai penerus pemain Spanyol itu.
Kedatangan Anderson yang juga sempat diincar Manchester United bertujuan untuk memperkuat sektor lini tengah klub. Kepindahan ini terjadi setelah kepergian Bernardo Silva ke Real Madrid, dengan status bebas transfer, dan dalam periode ketidakpastian terkait retensi nama-nama seperti Nico González dan Tijjani Reijnders di skuad.
















