Kehadiran Max Verstappen menjadi poin krusial dalam diskusi pasar pembalap Formula 1. Keputusan pelatih asal Belanda itu untuk tetap bertahan atau meninggalkan tim Red Bull dapat mempengaruhi pergerakan dalam kategori tersebut secara signifikan.
Jelang Grand Prix Austria, George Russell dengan keras mengesampingkan kemungkinan Max Verstappen pindah ke Mercedes. Pembalap asal Inggris itu meyakinkan pers bahwa masa tinggalnya di tim Brackley untuk musim depan dijamin sepenuhnya.
Pernyataan Russell ini sejalan dengan rumor paddock, karena ia menandatangani perpanjangan kontrak dengan Mercedes pada tahun sebelumnya, dalam format 1+1 yang mencakup tahun 2026 dan 2027.
Sedangkan untuk Verstappen, pembalap asal Belanda itu mempertahankan sikap tidak pasti yang sama seperti yang terlihat pada tahun 2025, tanpa memastikan apakah ia akan tetap di Red Bull. Saat ditanyai, juara dunia empat kali itu menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan performa mobil dan mengatasi tantangan yang dihadapi tim musim ini, sebuah fokus yang semakin bertambah mengingat lintasan suksesnya dan dampak dari ketidakpastian tentang masa depannya.
Meski bukan jawaban pasti, namun sikap Verstappen menimbulkan tanda peringatan bagi tim Milton Keynes. Ada rumor yang mengindikasikan bahwa manajemen puncak Red Bull akan siap menawarkan sejumlah besar uang untuk memastikan sang pembalap bertahan hingga akhir kontraknya pada tahun 2028.
Informasi di balik layar dari F1 menunjukkan bahwa kontrak Max Verstappen menyertakan klausul performa yang dianggap menantang bagi tim adu banteng. Tim perlu mengamankan posisi pembalap Belanda itu di dua teratas klasemen pada Grand Prix Hongaria, dengan hanya empat akhir pekan tersisa untuk mencapai tujuan tersebut.
Hingga saat ini, Verstappen baru mengumpulkan 55 poin, sementara pesaing utamanya telah meraih keunggulan signifikan di klasemen. Performa RB22 tidak menunjukkan kepercayaan diri yang diharapkan di Austria, seperti yang terlihat dari kesulitan pada dua latihan pertama pada hari Jumat, bahkan setelah peningkatan signifikan yang diterapkan oleh tim.
Kemungkinan kedatangan Verstappen di McLaren
Surat kabar Daily Mail melaporkan bahwa Verstappen dilaporkan telah memulai pembicaraan dengan McLaren untuk mendapatkan posisi pada tahun 2027 di tim yang bermarkas di Woking tersebut. Laporan tersebut mengindikasikan bahwa pembalap asal Belanda itu akan menggantikan Oscar Piastri, berpasangan dengan Lando Norris.
Namun, GPblog melaporkan bahwa McLaren membantah ketertarikannya pada juara empat kali itu. Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Zak Brown sebelumnya di awal musim, saat membela pemeliharaan kedua pebalapnya saat ini.
Penting untuk digarisbawahi bahwa baik Lando Norris dan Oscar Piastri memiliki kontrak yang berlaku dengan tim hingga, setidaknya, 2027. Pembalap asal Inggris itu dijamin akan bertahan di tim Woking hingga akhir musim depan, sementara pembalap Australia itu menandatangani perjanjian multi-tahun, berlaku hingga 2028.
Di sisi lain, Verstappen menandatangani kontrak dengan Red Bull hingga 2028, salah satu kontrak terlama di grid start.
Dalam skenario keberangkatan Verstappen dari Milton Keynes yang tidak terduga namun mungkin terjadi, sebuah tempat akan tersedia. Karena Red Bull tidak memiliki pembalap di akademinya untuk bekerja bersama Isack Hadjar, situasinya dapat membuka ruang untuk merekrut Piastri atau, dalam hipotesis yang lebih jauh lagi, Carlos Sainz.
Rumor kontak informal antara Verstappen dan McLaren
Lawrence Barretto, komentator Formula 1 terkenal di F1TV, membahas dalam kolomnya di portal resmi kategori tersebut mengenai spekulasi tentang kemungkinan pergantian tim oleh Max Verstappen.
Barretto menyoroti setelah menerima informasi yang konsisten bahwa lingkaran dekat Verstappen memiliki kontak tidak resmi dengan pimpinan McLaren. Namun, ia menekankan bahwa interaksi tersebut tidak menunjukkan dimulainya negosiasi formal.
Wajar bagi para pebisnis dan pembalap untuk tetap mewaspadai peluang pergantian tim di Formula 1. Pasar terus berkembang, dan semua kompetitor berupaya mendapatkan akses terhadap mobil dan tim terbaik.
Interaksi informal juga berfungsi sebagai sarana pengumpulan informasi, dan pengetahuan merupakan aset berharga di dunia Formula 1. Oleh karena itu, belum cukup bukti yang mengatakan bahwa Verstappen secara aktif mempertimbangkan untuk pindah ke McLaren.

