Kedatangan José Mourinho di Real Madrid sudah terjadi di balik layar, dengan pelatih asal Portugal itu mulai menguraikan pilar-pilar tim untuk musim depan. Dalam pernyataan santainya, ia mengungkapkan keinginannya agar para atlet klub segera tersingkir dari Piala Dunia, dengan maksud agar mereka dapat kembali menjalani pramusim, dan menegaskan kembali niatnya untuk mendorong kekompakan yang kuat di ruang ganti.
Komandan tim Madrid menjawab rumor tentang kemungkinan pemecatan pemain terkemuka. Misi saya sekarang adalah membentuk tim yang nyata dan menghindari masalah internal yang menurut informasi yang saya baca, mempengaruhi grup di musim sebelumnya”, jelas pemain asal Portugal itu.
Mourinho memperjelas tujuannya menerapkan persatuan yang menurut persepsinya tidak ada di tim pada musim-musim sebelumnya, terutama pada masa kepelatihan Xabi Alonso atau Álvaro Arbeloa. Ia menilai memiliki skuad dengan talenta-talenta terbaik merupakan “masalah besar” bagi pelatih mana pun, berbeda dengan menghadapi pemain dengan kualitas lebih rendah. Sang pelatih juga menganggap grup Real Madrid sebagai yang paling bertalenta yang pernah ia latih dalam karirnya.
Di kesempatan lain dalam konferensi pers, ketika ditanya tentang fansnya di Piala Dunia, Mourinho memberikan jawaban yang tidak terduga. “Sejujurnya, saya lebih suka para pemain Real Madrid kalah lalu bisa langsung berlibur. Tujuan saya adalah semua pemain tersedia untuk pramusim,” ujarnya.
Pelatih asal Portugal itu akhirnya membeberkan metodologinya untuk meraih kesuksesan dan meraih gelar besar. “Saya tidak melakukan keajaiban, tapi saya mampu mengembangkan pemain yang memiliki potensi dan keinginan untuk berkembang”, tegasnya. Ia mengenang contoh Samuel Eto’o saat bentrok melawan Barcelona, saat ia bermain untuk Inter Milan. “Banyak yang mengklasifikasikannya sebagai keajaiban saya, tapi ternyata tidak. Saya tidak melakukan apa pun; pemain melakukannya untuk dirinya sendiri. Dia memiliki keinginan yang sangat besar untuk mengalahkan Barcelona, menyingkirkan mereka dan memenangkan Liga Champions dengan cara apa pun”, tutupnya.

